50 Juta Meter Kubik Lahar Dingin Sinabung Masih Mengancam

11/5/2016 20:30
50 Juta Meter Kubik Lahar Dingin Sinabung Masih Mengancam
(ANTARA)

ANCAMAN bencana lahar dingin di sekitar Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Provinsi Sumatra Utara makin meningkat seiring dengan bertambahnya material piroklastik produk erupsi Gunung Sinabung sejak Agustus 2010 hingga sekarang. Diperkirakan ada 50 juta meter kubik material piroklastik di Gunung Sinabung yang siap menjadi lahar dingin saat hujan di puncak gunung.

Ancaman itu nyata saat banjir lahar dingin menerjang Desa Kutambaru dan sekitar Kecamatan Tiganderket pada Senin (9/5) pukul 15.45 WIB. Akibat banjir lahar dingin tersebut, satu orang meninggal dunia atas nama Atifaf Farihan Warda, 6, dan seorang lainnya, Riska, 7, masih dinyatakan hilang, serta empat orang luka ringan hingga sedang akibat terbawa arus lahar dingin.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, dalam kunjungan ke lokasi lahar dingin di Desa Kutambaru pada Rabu (11/5), memerintahkan agar tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD setempat, relawan, dan masyarakat terus mencari korban hingga diketemukan.

"Untuk korban meninggal segera diberikan santunan duka cita, sedangkan korban yang masih hilang terus dicari. Satu orang korban terlalu banyak dan tidak boleh terulang kembali di masa mendatang. Lakukan pencarian di lokasi kejadian dengan menelusuri aliran Sungai Lau Barus. Untuk antisipasi ke depan zona merah tidak boleh ada penghuni. Patroli dan penjagaan di pintu-pintu masuk perlu ditingkatkan. Sosialisasi dan pemasangan papan peringatan perlu ditingkatkan. Normalisasi sungai segera dilakukan agar material lahar yang menyumbat saluran dapat berkurang. BNPB dan PVMBG akan segera memasang sistem peringatan dini lahar dingin di Gunung Sinabung," kata Willem dalam siaran pers yang diterima.

Dalam kunjungan tersebut, Willem didampingi Bupati Karo, Deputi Penanganan Darurat BNPB, Basarnas, TNI, Polri, SKPD Kabupaten Karo dan lainnya.

Banjir lahar dingin itu tidak melalui jalur aliran sungai yang ada. Dasar sungai semakin dangkal karena banyaknya material sisa erupsi Gunung Sinabung yang mengisi sungai. Adanya sumbatan aliran sungai di jalur Lau Bekerah ke Mardinding bagian atas juga menyebabkan aliran lahar dingin melompat dan menerjang sejumlah rumah dan perladangan. Akibatnya, tiga rumah rusak berat.

Sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kawasan di Desa Kutambaru Kecamatan Tiganderket merupakan zona merah di dalam radius 4 km dari puncak kawah Gunung Sinabung yang harus dikosongkan.

Masyarakat diimbau untuk mentaati rekomendasi PVMBG. Status Gunung Sinabung masih Awas. Ancaman primer Gunung Sinabung dari erupsi berupa awan panas, lava pijar, lapili, dan abu pekat masih tinggi. Begitu pula ancaman sekunder berupa banjir lahar dingin juga makin meningkat. Apalagi masih ada 50 juta meter kubik material sisa erupsi di bagian atas gunung yang dapat menjadi lahar dingin. (RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya