Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG warga negara asing (WNA) asal Tiongkok tewas dibunuh di Musi Rawas, Sumatra Selatan, Selasa (10/5). Pembunuhan terjadi di camp sebuah perusahaan minyak dan gas (migas) di Desa Petunang, Kecamatan Tuan Negeri, Musi Rawas.
WNA yang bekerja sebagai Manajer Subkontrak PT Henan, Zhou Jilin, 44, awalnya ditemukan sekarat dalam camp. Di dada kanannya ditemukan satu luka bekas tusukan. Korban ditemukan AO, 30, rekan kerjanya pada Selasa sekitar pukul 15.00 WIB.
Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang, hanya mengenakan celana pendek hitam. Karena terkejut dan panik, AO langsung memanggil beberapa rekan lainnya. Korban kemudian dilarikan ke RS Siti Aisyah Lubuk Linggau. Sempat mendapat perawatan, tapi nyawa Zhou tidak tertolong.
Dalam pemeriksaan di dalam camp, tidak ada kerusakan atau pun barang korban yang hilang. "Ini murni pembunuhan, bukan kasus perampokan," kata AO kepada pihak kepolisian.
Di mata rekan-rekannya, Zhou dikenal sosok yang supel, mudah bergaul, dan tidak memiliki masalah baik pribadi maupun dalam pekerjaannya. Diduga, korban dibunuh oleh orang yang mengenalnya. Dugaan ini menguat karena tidak ada bekas dan tanda perlawanan dari tubuh korban.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dlakukan jajaran Polres Musi Rawas, kunci kamar pun tidak rusak. Pada tubuh korban juga tidak ada tanda kekerasan lain. "Hanya ada satu luka tusuk di dada kiri atas," kata Kasat Reskrim Polres Musi Rawas, AKP Satria Dwi Darma, Rabu (11/5).
Ia mengatakan, sudah ada tiga saksi dari pekerja asing dan dua pekerja Indonesia yang diperiksa polisi. Jasad korban sendiri dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk diautopsi. "Kami belum bisa memastikan motif di balik pembunuhan itu, tunggu hasil autopsi dulu," katanya.
Polisi juga memastikan korban memiliki dokumen keimigrasian lengkap, seperti visa, paspor, dan surat ketenagakerjaan. "Selanjutnya, menunggu konfirmasi dari pihak Kedutaan Besar China di Jakarta," tambahnya.
Sementara itu, keterangan berbeda seputar dokumen korban dilontarkan Kasubdit Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Musi Rawas, Ani. Ia menyatakan, korban tidak terdaftar sebagai tenaga kerja asing (TKA). "Tidak ada laporan dari perusahaan tempatnya bekerja," jelasnya.
Perusahaan migas itu tidak melaporkan jumlah TKA yang bekerja di wilayah Musi Rawas. Diakui Ani, pihaknya kecolongan setelah mencuatnya kasus ini. "Kami akan pastikan ke perusahaan, berapa banyak tenaga kerja dari Tiongkok yang bekerja di Mura," ucapnya.
Rabu (11/5) pagi, jasad korban tiba di RS Bhayangkara Palembang. Kabid Dokkes Polda Sumsel Kombes Pol Soesilo Pradoto mengungkapkan, sudah ada permintaan dari penyidik untuk mengautopsi korban.
"Namun autopsi belum bisa dilakukan karena terkendala syarat, harus ada permintaan langsung dari Konsulat Jenderal Tiongkok atau pihak terkait," terangnya sembari menambahkan untuk sementara jasad korban disimpan dulu di RS Bhayangkara dan masih dalam tahap pendalaman kasus. (DW/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved