KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jawa Timur mengimbau organisasi kemasyarakatan (ormas) di Jatim agar tidak melakukan sweeping selama Ramadan mendatang.
"Karena aksi sweeping yang kerap kali dilakukan beberapa ormas hanya menimbulkan keresahan di masyarakat, apalagi sekarang lokalisasi di Surabaya sudah ditutup semua," kata Kabid Humas Polda Jatim AKB RP Argo Yuwono di Polda Jatim, kemarin.
Menurutnya, masyarakat sipil diimbau tidak melakukan sweeping atau penyisiran selama Ramadan 1436 Hijriah karena terkait dengan hal tersebut polisi akan menertibkan praktik perjudian, perdagangan minuman keras, dan tempat hiburan
"Kalau ada apa-apa lapor kepada polisi karena sweeping itu tidak dibenarkan secara hukum. Kalau mereka tetap melakukan itu, ya, akan ditindak tegas. Kami tidak keberatan dengan partisipasi masyarakat, tetapi hal itu harus berkoordinasi dengan kami," tegasnya.
Ia menjelaskan yang memiliki wewenang dan dasar hukum untuk melakukan aksi sweeping adalah negara yang dalam hal ini diwakili aparat hukumnya. Jadi, di luar aparat hukum sangat tidak dibenarkan jika melakukan aksi sweeping.
Karena itu, pihaknya mengharapkan partisipasi dari ormas atau kelompok masyarakat saat bulan Ramadan. Partisipasi itu cukup dengan memberikan informasi atau melaporkan ke polisi dan instansi terkait jika mengetahui adanya pihak-pihak yang melakukan pelanggaran peraturan ataupun regulasi.
"Laporkan saja ke polisi jika mengetahui adanya pelanggaran, tetapi jangan bertindak sendiri. Jadi peran seperti itulah yang kita harapkan, tetap sebagai mitra sinergis tanpa harus main hakim sendiri. Insya Allah kami akan melayani dan melakukan tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujar Argo Yuwono.
Imbauan senada diungkapkan Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Brigjen Erwin Triwanto, kemarin. "Saya harap ormas memercayakan kepada polisi," ujarnya.
Kepolisian melalui polres dan polsek di DIY sudah melakukan pencegahan di tempat-tempat yang diduga menjadi ajang prostitusi. "Operasi preventif dilakukan dengan razia tempat-tempat hiburan malam di seluruh DIY," tegas Erwin. (FL/AU/N-2)