Libur Panjang Kemarin, Sleman Dikunjungi 122.747 Wisatawan

Agus Utantoro
10/5/2016 20:41
Libur Panjang Kemarin, Sleman Dikunjungi 122.747 Wisatawan
(ANTARA FOTO/Wira Suryantala)

SELAMA libur panjang akhir pekan (5-8 Mei) lalu, wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencapai 122.747 orang. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman AA Ayu Laksmidewi TP di kantornya, Selasa (10/5).

Ia menambahkan secara rinci distribusi wisatawan ke berbagai destinasi tersebut adalah Kaliurang yang dikunjungi oleh 22.718 wisatawan, di antaranya Museum Ullen Sentalu 2.045 orang yang terdiri atas 1.984 wisatawan Nusantaras dan 62 wisatawan mancanegara, kunjungan ke museum sebanyak 11.896 orang yang terdiri atas Museum Gunungapi Merapi 6.093 orang, Monjali 5.387 orang, Museum Affandi 416 orang.

Sedangkan kunjungan ke candi sebanyak 64.871 wisatawan yang terdiri atas Candi Prambanan 55.084 wisatawan (53.146 wisnus, 1.938 wisman) dan Candi Ratu Boko 9.787 wisatawan (9.665 wisnus, 122 wisman).

Kunjungan ke desa wisata sebanyak 4.513 wisatawan yang secara berurutan jumlah kunjungannya meliputi Desa Wisata Pulesari 915 orang, Desa Wisata Rumah Domes 615 orang (607 wisnus dan 8 wisman), Desa Wisata Pentingsari 604 orang, Desa Wisata Garongan 480 orang, Desa Wisata Sidoakur 325 orang, Desa Wisata Grogol 300 orang, Desa Wisata Kelor 282 orang, Desa Wisata Gamplong 260 orang, Desa Wisata Pancoh 120 orang, Desa Wisata Tunggularum 70 orang, Desa Wisata Brajan 35 orang, Desa Wisata Tanjung 27 orang wisatawan.

Selain itu juga kunjungan ke Agrowisata Bhumi Merapi sebanyak 948 orang serta Jogja Bay Water Park 7.695 wisatawan.

Ayu menambahkan bahwa angka kunjungan wisatawan selama libur panjang dalam rangka Kenaikan Isa Almasih dan Isra Miraj tersebut dihitung selama empat hari mulai 5 hingga 8 Mei lalu. Sebelumnya, kunjungan selama periode tersebut diprediksikan sebanyak 100.000 wisatawan, sehingga dengan akumulasi 122.747 wisatawan, berarti pencapaian target sebesar 123%.

"Hal ini cukup menggembirakan karena aneka ragam potensi wisata Sleman mampu memberikan daya tarik dan menjadi alternatif pilihan bagi wisatawan yang berkunjung ke DIY. Kehadiran wisatawan tentunya berdampak pada meningkatnya tingkat hunian hotel di Sleman yang mencapai 100% untuk hotel bintang dan 75% untuk hotel nonbintang," jelasnya.

Khusus pengunjung ke desa wisata ternyata sebagian besar sudah memesan jauh hari sebelum liburan panjang tiba. Hal ini menunjukkan bahwa desa wisata Sleman sudah menjadi alternatif prioritas tujuan wisata yang diminati. Bahkan sebagian besar memesan program live-in atau tinggal bersama warga. (AU/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya