AKTVITAS Gunung Sinabung, di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, sampai kemarin, masih tetap tinggi. Guguran lava pijar dari puncak mencapai 700-2.000 meter ke arah selatan.
"Juga terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur 3 kilometer dengan tinggi kolom tertutup kabut. Sehari sebelumnya, kabut dan asap putih tebal mencapai ketinggian 500 kali, dan terjadi 2 kali awan panas guguran dengan jarak luncur hingga 2 kilometer," papar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karo, Subur Tambun, kemarin.
Pengungsian terakhir dilakukan 300 warga Desa Sukanalu, Kecamatan Naman Teran, Minggu (14/6). Sampai saat ini, ada 2.085 warga dari lima desa, yakni Desa Gurukinayan, Tiga Pancur, Pintu Besi, Sukanalu, dan Berastepu, yang berada di pengungsian.
Sejak 2 Juni, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menaikkan status Sinabung dari siaga menjadi awas. Volume kubah lava gunung tersebut dilaporkan meningkat menjadi lebih dari 3 juta meter kubik dan dalam kondisi labil.
Kondisi itu menyebabkan Gunung Sinabung berpotensi mengeluarkan guguran kubah yang diikuti awan panas ke arah selatan dan tenggara dengan jangkauan diperkirakan sejauh 7 kilometer.
Sekretaris BPBD Kabupaten Karo, Jhonson Tarigan, menambahkan evakuasi warga dari zona berbahaya masih akan terus dilakukan sesuai dengan rekomendasi dari PVMBG. "Warga dievakuasi ke kantor KNPI.
" Pengungsi dari Desa Sukanalu yang ditampung di posko KNPI berjumlah 1.225 jiwa atau 350 KK. Warga diminta menjauhi radius tujuh kilometer jalur sektoral awan panas di selatan dan tenggara Gunung Sinabung.
"Di daerah yang terimbas material debu vulkanis, warga harus selalu mengenakan masker, menutup sumber air bersih, dan kalau bisa keluar rumah seperlunya saja. Hal tersebut untuk menghindari efek penyakit yang dapat ditimbulkan debu vulkanis yang bercampur zat besi dan belerang," ungkap Jhonson.
Dari Temanggung, Jawa Tengah, dilaporkan, BPBD berencana akan melakukan pipanisasi di dua desa yang menjadi langganan kekeringan, yakni Desa Kemloko dan Purwosari, di Kecamatan Kranggan. "Keduanya selalu menjadi wilayah terparah saat kemarau tiba," kata Kasi Penanganan Darurat dan Logistik, BPBD Temanggung, Eko Suprapto.
Pipanisasi di Desa Kemloko sepanjang sekitar 2 kilometer tersebut untuk mengairi empat dusun, sedangkan di Purwosari sepanjang 5 kilometer untuk mengairi sembilan dusun. Di Nusa Tenggara Timur, petani diminta menanam palawija untuk menyiasati dampak El Nino. (PS/TS/PO/N-3)