Jika Ketahuan Money Politic, Caketum Golkar akan Didiskualifikasi

Arnoldus Dhae
10/5/2016 17:04
Jika Ketahuan Money Politic, Caketum Golkar akan Didiskualifikasi
(ANTARA FOTO/Reno Esnir)

KETUA Panitia Penyelenggara (Organizing Comittee/OC) Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golongan Karya (Golkar) Zainuddin Amali bersama Ketua Bidang Humas Meutia Hafidz menjelaskan, seluruh persiapan untuk menggelar Munaslub partai berlmbang beringin di Bali sudah final.

Hal itu disampaikan keduanya saat ditemui di Denpasar, Selasa (10/5). Acara akan dimulai pada 15 Mei, dan berakhir 17 Mei 2016. Agenda acaranya pun sama dengan munas-munas pada umumnya. Ada laporan pertanggung jawaban pengurus, pemilihan ketua umum, serta pembahasan program kerja.

"Bedanya hanya ada di periodisasi, Munaslub ini untuk menyelesaikan sisa masa kepengurusan sampai dengan 2019 mendatang. Diharapkan dengan Munaslub ini diselesaikan masalah internal yang dialami partai selama satu tahun terakhir. Ke depan kembali normal, akan melaksanakan munas secara reguler yakni 5 tahun sekali. Selanjutnya, segala persiapan teknis akan berjalan seperti biasa. Kepengurusan yang dimaksud adalah kepengurusan hasil rekonsiliasi. Kepengurusan hasil rekonsiliasi antara AL (Agung Laksono) dan ARB (Aburizal Bakrie). Ketum tetap ARB, wakil AL," ujarnya.

Menurut Amali, hingga saat ini delapan calon ketua umum (caketum) yang akan bersaing memperebutkan posisi ketum Golkar. Mereka yang lolos verifikasi itu ialah, nomor urut 1 Ade Komarudin, urutan 2 Setya Novanto, 3 Erlangga Hartanto, 4 Mahyudin, 5 Priyo Budi Santoso, 6 Aziz Syamsudin, 7 Indra Bambang Utoyo, dan 8 Syahrul Yasin Limpo.

"Dalam aturan, sudah ada komite etik. Bagi yang ketahuan melakukan money politic akan didiskualifikasi. Namun kami yakin, kali ini benar-benar pertaruhan ideologis. Para pemilik suara harus benar-benar melihat program, visi misi, karena memimpin Golkar akan dikaderkan untuk memimpin bangsa ini," ujarnya.

Para Caketum ini akan berlomba-lomba menunjukkan tenaga, kemampuan, dan kesiapan agar bisa menggantikan orang nomor satu di Golkar yaitu Aburizal Bakrie atau Ical.

Sementara itu, Koordinator Publikasi dan Bidang Humas Meutia Hafidz mengharapkan, Munaslub ini bisa menjadi titik balik kebangkitan Partai Golkar, yang sebelummya dalam kondisi tidak stabil.

"Hal ini membuat para kader kesulitan memberikan sumbangsih besar pada negara karena intrik di internal kami.
Mudahan-mudahan Munas kali ini juga merupakan rekonsiliatif. Ini Munas yang pertama, bayangkan sampai ada 8 calon ketua umum," ungkap mantan presenter Metro TV ini.

Saat ini, para kandidat tersebut tengah melakukan sosialisasi kampanye dan debat kandidat yang dibagi dalam tiga zona yaitu Indonesia Barat di Jakarta, Indonesia Tengah di Surabaya, dan Indonesia Timur dipusatkan di Bali.

Terkait debat kandidat, Meutia mengungkapkan bahwa untuk di Bali akan digelar pada 12 Mei mendatang di Hotel Radison, Sanur. Debat kandidat merupakan salah satu bentuk ujian bagi 8 Caketum yang akan dikerucutkan lagi menjadi 3 kandidat. Dengan diundinya nomor urut, para Caketum dilarang bertemu para pemilik suara selain yang ditentukan panitia. (OL/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya