Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KETERBATASAN komputer membuat peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pun harus dibagi menjadi beberapa gelombang.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, UNBK digelar di satu sekolah yaitu MTs Negeri 1 Lohbener. Namun, di sekolah tersebut hanya terdapat 100 unit komputer yang memiliki fasilitas internet untuk pelaksanaan UNBK. Padahal, peserta UN di sekolah tersebut mencapai 290 siswa.
Akibatnya, pihak sekolah pun harus membagi pelaksanaan UNBK menjadi 3 gelombang. Masing-masin pada pagi, siang, dan sore hari. Setiap gelombang diisi oleh 100 peserta UNBK dalam satu ruangan.
Kepala MTs Negeri 1 Lohbener, Taryana, mengakui jika fasilitas computer basic test (CBT) di sekolahnya memang terbatas. "Karena penyediaan CBT membutuhkan biaya yang besar," kata Taryana.
Lantaran keterbatasan itu pula, siswanya yang mengikuti UN pun harus dibagi menjadi 3 gelombang. Meski fasilitasnya terbatas, Taryana menegaskan jika sekolahnya merupakan satu-satunya sekolah tingkat SMP/MTs di Kabupaten Indramayu yang menyelenggarakan UNBK. Sedangkan lainnya masih menggunakan UN berbasis kertas. "Dengan UNBK lebih praktis jika dibandingkan dengan UN berbasis kertas," kata Taryana.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Ali Hasan, pun mengakui di Kabupaten Indramayu baru ada satu sekolah tingkat SMP/MTs yang menyelenggarakan UNBK. "Baru ada satu sekolah, yaitu MTs Negeri 1 Lohbener," katanya.
Ali pun menyatakan sekolah yang menyelenggarakan UNBK dan UN berbasis kertas seluruhnya sudah melakukan persiapan dengan matang sebelum pelaksanaan UN. Sehingga diharapkan tingkat kelulusan siswa mencapai 100%.
Sedangkan dari Kota Cirebon dilaporkan, dari 57 SMP/MTs di Kota Cirebon yang mengikuti UN hanya satu sekolah yang menyelenggarakan UNBK. "Yaitu SMP Kristen 1 BPK Penabur," kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik Kota Cirebon, Sri Wahyuninghadi.
Dijelaskan Sri, sekolah lainnya masih belum bisa mengikuti UNBK karena sarana dan prasarana, terutama komputer yang belum memadai. Sedangkan untuk peserta UN tingkat SMP/MTs di Kota Cirebon terdiri atas 7.696 siswa. Jumlah ini masih ditambah 275 peserta Paket B dari 16 PKBM yang berlangsung empat hari, dari 9-12 Mei. (UL/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved