Kodam Udayana Gelar Pisah Sambut Pangdam

Arnoldus Dhae
09/5/2016 20:27
Kodam Udayana Gelar Pisah Sambut Pangdam
(Istimewa)

KOMANDO Daerah Militer IX/Udayana menggelar acara pisah sambut panglima daerah militer (Pangdam) dari Mayor Jenderal TNI M Setyo Sularso kepada Mayor Jenderal TNI Kustanto Widiatmoko, Senin (9/5) malam.

"Ini menjadi kehormatan saya dapat bertugas di Kodam IX/Udayana dengan tanggung jawab memimpin tiga wilayah (Bali, NTB dan NTT)," kata Mayor Jenderal TNI Kustanto Widiatmoko dalam sambutan pada acara tersebut di Denpasar.

Ia mengucapkan selamat kepada Mayor Jenderal TNI M Setyo Sularso yang mendapatkan tugas baru di lingkungan Mabes TNI dengan menjabat sebagai Inspektur Jenderal TNI.

Untuk ke depannya, Kustanto mengharapkan kepada seluruh jajaran Kodam IX/Udayana dan Pemerintah Provinsi Bali mendukung tugas dan tanggung jawab mulia ini memimpin kesatuan tersebut. "Mohon dukungan dan doa restu agar saya dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik," ujar jenderal bintang dua asal Banyumas itu.

Kustanto lebih lanjut mengatakan pihaknya berkeinginan agar Kodam IX/Udayana dapat bersama rakyat mewujudkan kedaulatan NKRI dan meningkatkan kesejahteraan rakyat yang ada di wilayahnya.

Sementara mantan Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI M Setyo Sularso mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak telah mendukung dirinya selama menjabat di Kodam IX/Udayana, sehingga banyak penghargaan yang sudah diraih selama ini.

"Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang ikut mendukung tugas kami. Karena tugas dan amanah negara sangat mulia," kata Setyo.

Mayor Jenderal TNI Kustanto Widiatmoko telah meraih sejumlah penghargaan dan prestasi dalam pelaksanaan tugas, yakni Satya Lencana Kesetiaan VIII Tahun, Satya Lencana Wira Karya, dan Satya Lencana Kesetiaan XVI Tahun. Kemudian, Satya Lencana Kesetiaan XXIV Tahun, Satya Lencana Santi Dharma, medali PBB Untaes, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Bintang Jasa Utama, dan Bintang Yudha Dharma Nararya.

Sementara itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutan malam temu pisah menjelaskan, Bali dan Nusra merupakan daerah basis pariwisata. Sebagai daerah pariwisata, keamanan dan kenyamanan menjadi sangat penting. Belum lagi banyak tamu-tamu negara VVIP.

"Sering kali kami, Kapaolda, Ketua Pengadilan, Pangdam, dan jajaran lainnya harus berkantor di bandara. Kita harus menyambut kedatangan tamu VVIP. Bayangkan saja kalau Bali tidak aman. Mau jadi apa pariwisata ini," ujarnya. (OL/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya