Berlibur ke Danau, Tiga Siswi SMP Tewas Tenggelam

Dwi Apriani
09/5/2016 20:20
Berlibur ke Danau, Tiga Siswi SMP Tewas Tenggelam
(Ilustrasi)

SEBANYAK tiga siswi SMP di Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Sumatra Selatan, gagal mengikuti ujian nasional (UN). Lantaran satu hari sebelum pelaksanaan UN, ketiganya tewas tenggelam di Danau Kongar, Desa Sungai Dua Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin.

Ketiganya merupakan pelajar SMP YKPP Pendopo, Pali, yang masih duduk di kelas III SMP dan tengah berlibur di danau yang terletak di perbatasan Pali dan Musi Banyuasin. Akibat dari kejadian tersebut, ketiga siswa yang seharusnya mengikuti jadwal UN hari ini, akhirnya hanya tinggal nama.

Ketiga pelajar itu yakni Cahyani Putri, 13, Tiara Arinda, 13, dan Citra Dwi Auldia Pitaloka, 13. Sebenarnya ada tiga rekan mereka lainnya yang juga ikut bermain ke danau tersebut, tapi berhasil selamat yakni Tania Aura Radita, 13, Kuskhavira Kholita Delimonte, 13, dan Alma Shalsasbila Putri, 13.

"Pada Minggu 8 Mei 2016 sekitar jam 15.30 WIB ketiga korban tersebut sedang mengisi liburan di arena permainan danau Kongar dengan didampingi orangtua masing-masing. Saat itu ke-6 korban bermain Banana Boat dan di tengah danau korban terjatuh," ucap Kepala Kepolisian Sektor Talang Ubi, Pali, Kompol Janton Silaban, Senin (9/5).

Ia mengatakan, tiga korban yang selamat berhasil lolos dari maut karena ketika terjatuh mereka terlihat oleh warga yang sedang memancing di danau tersebut. Sayangnya, warga yang tengah memancing itu hanya bisa menyelamatkan tiga orang korban.

"Yang lain meninggal karena tak bisa berenang," terangnya.

Kejadian tersebut, kata Janton, terjadi di wilayah hukum Polsek Sungai Keruh, Musi Banyuasin, tetapi dekat dengan Polsek Talang Ubi, Pali. "Kami hubungi tim SAR Kabupaten Pali dan turut membantu evakuasi bergabung dengan Subden Brimob di Pali serta warga sekitar. TKP berada di wilayah hukum Polsek Sungai Keruh Polres Muba dan telah dilakukan koordinasi dengan Polsek Sungai Keruh," ungkap dia.

Sementara itu, Bupati Pali, Heri Amalindo saat dihubungi membenarkan adanya kejadian yang menimpa tiga siswi SMP itu. Ia berpesan agar pihak keluarga, teman, dan guru bisa melepaskan kepergian ketiga siswi itu. (DW/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya