Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH sekolah di Kota Sukabumi, Jawa Barat, menjamin tidak akan terjadi indikasi kebocoran soal pada pelaksanaan hari pertama Ujian Nasional tingkat SMP, Senin (9/5). Kepastian itu lantaran pengambilan soal langsung dilakukan hari ini dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
"Kami jamin tidak akan ada kebocoran soal, utamanya di SMPN 2 Kota Sukabumi. Baru tadi pagi sekitar pukul 05.00 WIB hingga 06.00 WIB kita ambil naskah soalnya yang masih tersegel dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan," kata Kepala SMPN 2 Kota Sukabumi Dudi Jaelani, Senin (9/5).
Setiap peserta ujian yang berjumlah 308 siswa di sekolah itu pun ditekankan tak membawa peralatan lainnya selain alat tulis dan penghapus. Bagi siswa yang membawa handphone, pengawas mengumpulkannya agar tak dibawa ke dalam ruangan ujian.
"Handphone siswa kami kumpulkan agar tak dibawa ke dalam ruangan," jelasnya.
Di setiap ruangan ujian terdapat dua orang pengawas menggunakan sistem silang. Artinya, pengawas ujian yang ada di SMPN 2 Kota Sukabumi merupakan guru dari sekolah lain.
"Guru di sekolah kita bertugas mengawas di sekolah lainnya. Di setiap ruangan kita tak ada CCTV. Jadi kita mengandalkan pengawas saja. CCTV hanya berada di luar ruangan," ucapnya.
Dari 308 siswa, lanjut Dudi, yang tak ikut ujian nasional hanya satu orang karena sakit. Nanti siswa tersebut akan mengikuti ujian susulan. "Kita masih menggunakan ujian nasional berbasis kertas, belum berbasis komputer. Tapi sebagian besar sekolah di Kota Sukabumi masih melaksanakan ujian nasional berbasis kertas. Kita belum bisa pastikan apakah tahun depan akan berbasis komputer atau tidak," tegas Dudi.
Jaminan tidak adanya indikasi kebocoran soal juga diungkapkan Kepala SMPN 1 Kota Sukabumi, Juli Rustandi. Sejak jauh hari, kata Juli, sekolah mengantipasi berbagai upaya agar tak terjadi kebocoran soal.
"Kami juga tegaskan kepada setiap peserta agar tak mudah percaya dengan kunci-kunci jawaban. Mereka harus percaya diri dengan kemampuan," ujarnya.
Juli juga mengingatkan kepada setiap peserta agar mematuhi tata tertib agar bisa lancar saat melaksanakan ujian nasional. Apalagi sekolah sudah
membekali siswa dengan berbagai materi dengan memaksimalkan. "Jumlah siswa yang ikut ujian nasional kali ini sebanyak 399 orang terdiri dari 189 siswa laki-laki dan 210 siswa perempuan," terangnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved