Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERBURUAN satwa liar dan langka di hutan Kalimantan Selatan, masih marak terjadi. Polisi meringkus lima pelaku perburuan satwa liar Bekantan (nasalis larvatus) di kawasan hutan kaki Pegunungan Meratus di Desa Juai, Kabupaten Balangan.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kalsel, Ikhlas, Minggu (8/5) mengaku cukup prihatin atas masih maraknya aksiperburuan dan perdagangan satwa liar termasuk bekantan di Kalsel. "Kita ikut prihatin, kita juga mendukung upaya penegakan hukum yang dilakukan pihak kepolisian dengan menangkap pelaku perburuan bekantan beberapa waktu lalu," tuturnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Balangan, meringkus lima orang tersangka pelaku perburuan bekantan dikawasan hutan kaki pegunungan meratus Desa Juai, Kabupaten Balangan.
Dari tangan para tersangka polisi menyita tiga bekantan dewasa yang sudah mati, dua kera berbulu hitam (hirangan), enam senapan angin, dan seekor anjing yang dipergunakan untuk membantu perburuan. Kelima tersangka initerancam sanksi berat karena melanggar pasal 40 ayat 2 UU nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.
Perburuan satwa liar di kawasan hutan kaki Pegunungan Meratus masih kerap dilakukan. Selain untuk dikonsumsi, daging bekantan juga dijual karena harganya lumayan mahal. Selain bekantan, perburuan dan perdagangan satwa liar dari hutan Meratus seperti aneka jenis burung, kera dan beruang masih banyak dijumpai.
Diperkirakan jumlah satwa liar bekantan yang menjadi maskot Provinsi Kalsel ini tersisa kurang dari 5.000 ekor. Saat ini ada sejumlah lokasi yang dijadikan kawasan konservasi bekantan seperti Pulau Bakut di Kabupaten Barito Kuala dan Pusat Konservasi Bekantan Kabupaten Tapin yang dikelola perusahaan tambang PT Antang GunungMeratus. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved