Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
ORANG utan yang ditemukan Desa Teluk Pandan, Kutai Timur, Kalimantan Timur akhirnya mati walau tim medis Center for Orangutan Protection (COP) telah memberikan perawatan maksimal. Orang utan yang diberi nama Kaluhara itu mati pada Sabtu (7/5).
Tim COP, Paulinus Kristanto menjelaskan setelah ditemukan terjerat, Kaluhara secara intensif mendapatkan perawatan. Namun kondisinya makin lama makin memburuk.
Kaluhara yang ditemukan terjerat di dekat permukiman warga Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, Selasa (3/5), dibantu nafas bantuan atau oksigen. Tetapi upaya itu tetap tidak membuat kondisinya makin membaik dengan luka bekas jerat yang cukup parah dan tembakan yang bersarang di bagian kanan telinga.
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan orangutan ini. Tahapan medis dari bantuan pernapasan, infus dan suntikan obat yang dibutuhkan sudah kita lakukan sesuai dengan aturannya, namun uoaya itu tidak cukup menyelematkan Kaluhara," ujar Linus, Minggu (8/5).
Menurut Linus, pemerintah harus bertindak serius untuk mengusut tuntas kematian orang utan tersebut. Harus ada yang bertanggung jawab atas kejadian yang bukan pertama kali ini. Setidaknya kematian orangutan ini jangan sampai terulang lagi.
"Ada bekas tembakan di kepala, jerat dan simpul tali ini membuktikan bukan terjadi kebetulan dan tidak sengaja. Saya meminta aparat kepolisian beserta BKSDA Kaltim selaku perpanjangan pemerintah dapat mengungkap kasus ini secara terang benderang," tegasnya.
Setelah Kaluhara mati, satwa primata dilindungi ini dilakukan otopsi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab kematian. Ini dilakukan setelah tim COP mendapatkan persetujuan dari Badan Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Kaltim.
Dari hasil otopsi diketahui terdapat lima butir peluru yang menacap di beberapa abagian tubuh Kaluhara tersebut diduga berasal dari senapan angin. "Tim COP telah berhasil mengeluarkan 5 peluru dengan bentuk yang sama di lima bagian terpisah dari tubuh Kaluhara. Belum diketahui dari mana asalnya dan siapa yang menembakkannya," ujarnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved