BPBD Cianjur Akan Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana

Budi Kansil
06/5/2016 20:16
BPBD Cianjur Akan Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana
(MI)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akan memperpanjang status siaga darurat bencana tanah longsor dan banjir. Perpanjangan status itu dilakukan dengan pertimbangan masih tingginya curah hujan serta tingginya frekuensi bencana banjir dan longsor.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Asep Suparman mengatakan status siaga tersebut ditentukan atas rekomendasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Awal penetapan, status siaga darurat bencana tanah longsor dan banjir berakhir pada 4 Mei. "Kami sudah koordinasi dengan BMKG," katanya, Jumat (6/5).

Hasil koordinasi BMKG baru akan muncul pada Senin (9/5) mendatang. Hingga waktu tersebut, BPBD akan terus bersiap jika bencana terjadi lagi sewaktu-sewaktu.

"Dari 5-8 Mei kami tetap bersiaga. Tanpa atau dengan status siaga, BPBD tetap sigap menangani bencana," sebutnya.

BPBD masih memantau potensi longsor di wilayah-wilayah yang kontur tanahnya berbukit, seperti Batulawang dan Ciloto di Kecamatan Cipanas, serta di Kecamatan Sukaresmi. Sementara pemantauan banjir dilakukan di Desa Cidamar di Kecamatan Sindangbarang.

"Banjirnya tidak sampai merendam kawasan itu berhari-hari. Banjirnya selintas tapi tetap bahayanya sangat besar karena arus air yang deras," ujarnya.

BPBD sudah mengimbau warga di daerah rawan bencana untuk segera mengungsi ke tempat aman di tanah yang lebih datar jika hujan deras turun. Namun, yang sering menjadi kendala penduduk yang rumahnya terpencil di pegunungan.

"Kendalanya jarak, sebab untuk mencapai daerah rendah, seperti balai desa atau kantor kecamatan, perlu menempuh jarak belasan kilometer. Lebih banyak yang memilih bertahan di rumah masing-masing," tandasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya