Maarif Institute Gelar Halaqah Fiqih Antiterorisme di Semarang

Haryanto
03/5/2016 20:15
Maarif Institute Gelar Halaqah Fiqih Antiterorisme di Semarang
(http://maarifinstitute.org)

MENTERI Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan membuka Halaqah Fikih Antiterorisme yang digelar Maarif Institute bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah dan Universitas Muhammadiyah Semarang, Selasa (3/5).

Halaqah yang berlangsung pada 3-5 Mei 2016 dan diikuti para ulama Muhammadiyah dari berbagai daerah, antara lain Aceh, Sumatra Barat, Nusa Tenggara Barat, Banten, Jawa Timur, dan Jawa Tengah itu dihelat di kampus Universitas Muhammadiyah Semarang.

Menkopolhukam Luhut yang didampingi Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengapresiasi upaya Maarif Insitute dalam memainkan peran strategis untuk pencegahan terorisme.

"Pemerintah juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan dalam penanganan terorisme di Indonesia," ujar Luhut yang tampil sebagai pembicara kunci.

Menurut dia, ancaman terbesar bagi Indonesia adalah narkoba dan terorisme.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar mengatakan, Muhammadiyah memandang terorisme lebih komprehensif. Menurut dia, segala hal yang menyebabkan kerusakan dan menebarkan ketakutan merupakan bagian terorisme.

Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah akan selalu bersikap kritis terhadap pemerintah termasuk soal terorisme, karena merupakan bagian upaya Muhammadiyah meluruskan komitmen pemerintah sehingga sesuai dalam koridor hukum dan kemanusiaan.

"Sikap Muhammadiyah terhadap terorisme bisa dilihat dalam kesungguhan Muhammadiyah mengadakan kegiatan ini," tegasnya.

Sedangkan Direktur Eksekutif Maarif Institute, Fajar Riza Ul Haq, mengapresiasi kehadiran Menkopolhukam dan Ketua Umum PP Muhammadiyah yang membuka Halaqah Fikih Antiterorisme.

"Ini sebuah dukungan luar biasa terhadap kegiatan ini. Kami percaya tumbuhnya kepercayaan dan kerja sama pemerintah dam masyarakat, menjadi kunci dalam pemberantasan terorisme tanpa merampas hak-hak warga negara dan kemanusiaan," tuturnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk membahas dan menyusun fikih antiterorisme. Fajar berharap halaqah ini akan melahirkan buku yang berisi rumusan mengenai terorisme dan pemahaman kembali ayat-ayat dan hadits yang selama ini disalahpahami dan disalahgunakan.

Halaqah Fikih Antiterorisme yang dihadiri seluruh ketua Muhammadiyah se-Indonesia itu, menampilkan pembicara antara lain Busro Muqodas (Ketua PP Muhammdiyah), Prof Azyumardi Azra (cendikiawan muslim), Komisaris Jenderal Pol Tito Karnavian (Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), dan Prof Al Yasa Abubakar (Ketua PW Muhammadiyah Aceh). (HT/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya