Kota Sukabumi Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana

Benny Bastiandy
03/5/2016 18:46
Kota Sukabumi Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana
(MI/Benny Bastiandy)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Jawa Barat, memperpanjang status siaga darurat banjir dan tanah longsor. Pertimbangannya, hingga saat ini intensitas curah hujan relatif masih cukup tinggi sehingga memicu berbagai kejadian bencana.

"Kita perpanjang status siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor hingga 1 Juni 2016," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Sukabumi Asep Suhendrawan, Selasa (3/5).

Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada April hingga Juni, intensitas curah hujan masih cukup tinggi. Sebelumnya, puncak musim hujan terjadi pada Maret.

"Pada Maret frekuensi bencana memang tergolong tinggi. Sedangkan pada April bencana yang cukup banyak terjadi pada Rabu (27/4) pekan lalu. Bencana meliputi banjir bandang, tanah longsor, dan rumah roboh. Ada 15 titik kejadian pada Rabu pekan lalu," terangnya.

Bencana yang diwaspadai terjadi saat tingginya curah hujan saat ini ialah banjir bandang dan tanah longsor. Banjir bandang lebih disebabkan faktor ulah manusia. "Masih terjadi budaya membuang sampah ke selokan atau sungai sehingga memicu terjadinya sedimentasi di aliran sungai. Belum lagi ditambah dengan banyak berdirinya bangunan di sempadan sungai," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Hanafie Zain mengaku dilematis seandainya membantu korban bencana yang tinggal di sempadan sungai. Sebab, berdasarkan Undang-Undang Agraria, warga tidak diperbolehkan membangun di sempadan sungai.

"Tapi kita coba bantu misalnya dengan menyewakan rumah selama satu tahun bagi warga yang menjadi korban bencana jika tempat tinggalnya berada di sempadan sungai," kata Hanafie.

Potensi bencana yang saat ini diwaspadai di antaranya banjir bandang dan tanah longsor. Namun, melihat topografi Kota Sukabumi dengan kemiringan 30 derajat secara logika tidak mungkin terjadi bencana banjir bandang.

"Banjir bandang di Kota Sukabumi terjadi akibat adanya perubahan struktur ruang terbuka. Dulu, banyaknya lahan sawah memungkinkan banyak daerah resapan air, tapi sekarang mulai banyak berubah fungsi," tandasnya. (BB/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya