Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Forensik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Sardjito Yogyakarta telah menyampaikan hasil autopsi dari jenasah mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) Feby Kurnia, 19. Dari hasil autopsi tersebut, tim dokter tidak menemukan tindak kekerasan pada jenasah mahasiswi semester dua jurusan Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) UGM itu.
Meski demikian, ibu Feby, Nurcahaya Ningsih, 48, meminta polisi tetap menyelidiki kejanggalan-kejanggalan dari tewasnya putrinya tersebut. "Saya berharap polisi tetap mengusutnya karena banyak kejanggalan, seperti motor yang ditemukan di terminal (Giwangan)," kata Nurcahya, Selasa (3/5).
Feby sendiri sudah menghilang dari kosnya di kawasan Pogung, Mlati, Sleman, sejak 28 April lalu. Polisi kemudian menemukan motor Feby pada 30 April di Terminal Giwangan. Menurut Nurcahaya, di motor tersebut tidak ditemukan helm milik Feby.
Feby ditemukan tewas di toilet kampus FMIPA UGM dalam keadaan terkunci, Senin (2/5). Hingga kini, polisi pun masih menyelidiki kronologis Feby bisa berada toilet yang terkunci.
Sementara itu, Tim Dokter Forensik RSUP dr Sardjito Yogyakarta menyatakan, tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Feby.
Korban diperkirakan sudah menjadi mayat sekitar 3 hari hingga 5 hari sebelumnya, terhitung dari saat ditemukan Senin (2/5). Kondisi mayat Feby saat ditemukan sudah membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap.
"Belum bisa dipastikan penyebab kematian, tidak ditemukan tanda tindakan kekerasan pada tubuh," kata Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada, Ketua Tim Dokter Forensik yang mengautopsi jenasah Feby.
Tim saat ini masih melakukan pemeriksaan penunjang, seperti toksikologi untuk mengetahui ada tidaknya unsur racun dalam tubuh korban dan patologi anatomi untuk memastikan ada tidaknya penyakit di dalam organ. Seluruh hasil pemeriksaan tersebut baru bisa diketahui satu atau dua minggu lagi.
Menurut Kepala Bagian hukum dan Humas RSUP dr Sardjito, Trisno Heru Nugroho, proses autopsi yang berlangsung dari sekitar pukul 8.00 sampai 11.30 WIB sudah selesai. Rencananya, jenasah akan diterbangkan ke Batam, Kepulauan Riau, tempat keluarganya, Rabu (3/5) besok, sekaligus dimakamkan di sana. (AT/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved