Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENEMBAKAN terhadap seorang WN Perancis Amokrane Sabet sudah sesuai prosedur. Penembakan yang berujung tewasnya Sabet dilakukan setelah upaya negosiasi saat melakukan penangkapan yang bersangkutan tidak membuahkan hasil.
"Bahkan Sabet malah menyerang petugas, hingga luka parah," ujar Kapolda Bali Irjen Sugeng Priyanto, Senin (2/5).
Priyanto menuturkan, Amokrane sedianya hendak dijemput baik-baik di tempat tinggalnya di Banjar Tegal Gundul, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Kabupaten Badung. Kapolsek Kuta Utara, Komisaris I Wayan Arta Ariawan, Kepala Bidang Penindakan Imigrasi Bandara Ngurah Rai M Soleh dikawal anggota Brimobda Polda Bali Kompi II Batalion B dan Dalmas Polda Bali ikut melakukan penjemputan.
Namun, pria berbadan tinggi kekar itu melakukan perlawanan. Ia keluar rumah dengan pisau terhunus di tangan. Ia juga menyerang anggota kepolisian. Tercatat satu anggota kepolisian terkena tusukan Amokrane hingga tewas.
Menurut Kapolda, izin tinggal Amokrane di Indonesia telah habis sejak September tahun lalu. Namun, ia tetap tinggal di Indonesia secara ilegal.
Tak hanya itu, Amokrane juga sering membuat keonaran. Ia sering pergi makan di restoran dan tak mau membayar. Ia juga sering mengajak turis lain bertengkar.
Pernah suatu ketika Amokrane 'meminjam' istri turis yang tengah berlibur di Bali untuk menemaninya tidur bareng semalam. Sudah barang tentu turis tersebut berang.
"Selain izin tinggal yang sudah habis, dia juga sering membuat onar. Misalnya makan di restoran tidak pernah mau membayar. Begitu ditagih dia marah-marah dan menantang, mengancam akan membunuh," kata Sugeng.
Selain itu, Amokrane juga sering mengancam membunuh warga dan mencaci maki dengan kata kasar tanpa alasan jelas. Sugeng menuturkan, sejatinya ia telah dipanggil Polsek Kuta Utara beberapa kali.
Namun, panggilan kepolisian itu tak pernah diindahkan. Bahkan, katanya, surat panggilan terakhir polisi disobek-sobek pria yang penuh tato di sekujur tubuhnya tersebut.
Menurutnya, tindakan tegas kepolisian diambil lantaran Amokrane menyerang dan menikam anggotanya. Tembakan peringatan yang diberikan tak diindahkan. Amokrane pun akhirnya ambruk dan tewas di tempat diterjang timah panas.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Konjen Perancis sebelum penjemputan. Soal tindakan tegas kepolisian karena yang bersangkutan melawan, bahkan menyerang anggota kami saat hendak diamankan," tutup Kapolda. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved