Sang Ibu Histeris Lihat Wawan dalam Tayangan TV

Antara
01/5/2016 20:12
Sang Ibu Histeris Lihat Wawan dalam Tayangan TV
(ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)

KELUARGA korban penyanderaan oleh kelompok milisi bersenjata asal Filipina Abu Sayyaf, di Makassar, Sulawesi Selatan, sangat bersyukur atas pembebasan 10 korban penyaderaan termasuk Wawan Saputra dan Renaldi.

"Sudah disampaikan ada 10 sandera asal Indonesia dibebaskan termasuk anak saya. Semua dalam keadaan sehat," kata ayah korban, Mansyur Halide, seusai menerima sambungan telepon dari pihak perusahaan di Makassar, Minggu (1/5) sore.

Dia mengatakan pihak perusahaan PT Patrian melalui stafnya menelepon bahwa sebanyak 10 warga negara Indonesia (WNI) sandera dibebaskan termasuk Wawan. Saat mendengar kabar itu, ibu kandung Wawan, Ratnawati Nompo, bahkan langsung pingsan karena terharu bercampur sedih dan gembira.

"Tadi ditelpon semua sandera bebas termasuk Wawan, ibunya mendengar langsung menangis terharu, beberapa saat kemudian langsung pingsan," ujar Mansyur.

Ia menuturkan sambungan telepon yang mengabarkan perihal pembebasan anaknya tersebut sekitar pukul 16.10 Wita. Kendati sudah dibebaskan, dia mengaku belum tahu posisi para korban saat ini. "Katanya malam ini akan tiba di Jakarta, tapi kami belum dikabari kapan akan ke Makassar. Yang jelas semua dalam keadaan selamat," tuturnya kepada wartawan di rumahnya.

Selain itu, Mansyur juga sering mendapat banyak masukan agar tetap tenang dalam menjalani cobaan, baik dari sejumlah pejabat yang sering berhubungan via telepon, maupun dari sanak keluarga. Namun, pihak Pemerintah Provinsi langsung, seperti Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, belum pernah berkomunikasi selama anaknya disandera.

Berdasarkan pantauan di komplek Perum Perumnas Cabang Sulsel 1 Jalan Terompet Nomor 51 Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, tempat kediaman Mansyur bersama keluarga, saat penanyangan pembebasan sandera dan melihat Wawan di salah satu stasiun televisi swasta, Ratnawati Nompo dan keluarga pun tampak histeris.

Sementara itu, keluarga sandera lainnnya Renaldi berdomisili di Jalan Tinumbu 132 J Nomor 12 Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala, Makassar, juga menyatakan rasa syukur anggota keluarga mereka dapat selamat dalam kondisi sehat.

"Syukurlah anak kemenakan kami selamat dan sehat, tadi terlihat di layar televisi. Kami berharap bisa segera berkumpul dengan keluarga," ujar bibi korban, Hamsiar, melalui sambungan telepon.

Sebelumnya, dia bersama keluarga terus berdoa dan berharap Renaldi dan rekan-rekannya bisa dibebaskan dengan selamat dan dipulangkan ke Tanah Air. "Kami selalu berdoa untuk keselamatan Aldi, semoga Tuhan memberinya perlindungan agar kami bisa berkumpul kembali," katanya.

Diketahui, 10 sandera yang dikabarkan telah dibebaskan yakni, Peter Tonsen Barahama, 31, asal Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau, Julian Philip, 50, asal Tondang Utara, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Alvian Elvis Peti, 33, asal Kebon Bawang Tanjung Priok, Jakarta Utara, Mahmud, 32, asal Telaga Biru, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Surian Syah, 34, Kendari, Sulawesi Tenggara, Surianto, 31, Wajo, Sulawesi Selatan, Wawan Saputra, 23, Puncak Indah, Malili, Palopo, Bayu Oktavianto, 23, Delanggu, Jawa Tengah, Rinaldi, 25, warga Tinumbu, Makassar, dan Wendi Raknadian, 29.

Dari 10 sandera tersebut tiga di antaranya merupakan warga Sulsel yakni Rinaldi, warga Wotu Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Surianto asal Gilireng Kabupaten Wajo, dan Wawan Saputra asal Kabupaten Luwu Timur. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya