Korban Meninggal Akibat Bencana Longsor Lebong Bertambah

Antara
29/4/2016 21:53
Korban Meninggal Akibat Bencana Longsor Lebong Bertambah
(ANTARA FOTO/Doc-Humas POLDA Bengkulu)

KOMANDO Distrik Militer (Kodim) 0409 Rejanglebong, Provinsi Bengkulu, menyebutkan korban meninggal dunia dalam bencana tanah longsor di Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, Bengkulu, menjadi dua orang.

Komandan Kodim 0409 Rejanglebong yang membawahi Kabupaten Lebong, Kepahiang dan Rejanglebong, Letkol Kav Hendra S Nuryahya, Jumat (29/4) sore, saat dihubungi, menjelaskan korban meninggal dunia Jhon Moris, 42, warga Kelurahan Taba Anyar, Kecamatan Lebong Selatan, dan Hazimi, 61, warga Desa Mumbai, Kecamatan Lebong Selatan.

Dia juga mengatakan untuk pencarian dan evakuasi empat korban lainnya di kawasan areal PT PGE untuk sementara dihentikan. "Upaya pencarian di hari kedua ini tidak bisa dilanjutkan sampai sore hari, selain hujan yang turun cukup deras disertai angin kencang sehingga dihentikan sementara sampai besok pagi," katanya seperti dilaporkan Kantor Berita Antara.

Pada pencarian di hari kedua itu, kata dia, petugas lapangan yang menggunakan enam unit alat berat berhasil menemukan sejumlah barang di kamp peristirahatan pekerja PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) berupa terpal dan triplek yang terpasang pada kontainer boks.

Dengan adanya petunjuk itu, upaya pencarian empat korban yang diduga tertimbun material longsoran ini pada keesokan harinya, katanya, akan difokuskan di sekitar lokasi penemuan barang-barang tersebut.

Untuk jumlah korban akibat longsor yang terjadi pada Kamis (28/4) dini hari, kata dia, yang sudah ditemukan sebanyak lima orang dengan rincian meninggal dunia dua orang, atas nama Jhon Moris yang meninggal sesaat setelah kejadian, kemudian Hazimi yang sebelumnya sempat menjalani perawatan di RSUD Lebong dan kemudian dirujuk ke RSUD Curup, korban ini meninggal Jumat (29/4) sekitar pukul 4.30 WIB.

Sedangkan tiga korban lainya yang masih dirawat di RSUD Lebong di antaranya pasangan suami istri Roni, 26, dan Diana , 22, kemudian Selamet Sartono, 33, ketiganya warga Desa Taba Anyar, Kecamatan Lebong Selatan.

Sementara itu, empat warga lainnya yang tercatat sebagai karyawan PT PGE dinyatakan masih hilang dan dalam pencarian tim, yakni Sarnobi, 22, warga Desa Taba Anyar, Kecamatan Lebong Selatan, kemudian Edio Bito, 23, dan Deki Karnando, 22, keduanya berasal dari Kelurahan Tess, Kecamatan Lebong Selatan. Serta Delvi, 4, anak dari Roni Doris.

Bencana alam tanah longsor yang terjadi di kawasan tambang PT PGE di Bukit Belerang, Desa Taba Anyar, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, ini terjadi pada Kamis (28/4) sekitar pukul 4.00 WIB. Tanah longsor ini menimbun kamp pekerja dan warung yang berada di lokasi kejadian. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya