Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Basarnas Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo mengungkapkan, tim Search and Rescue (SAR) terus melakukan pencarian terhadap korban tanah longsor di Bengkulu.
Bencana tanah longsor tersebut terjadi di sekitar kawasan pembangkit listrik geothermal Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu pada Kamis (28/4), sekitar 4.30 WIB.
"(Tim SAR) masih mencoba terus melakukan pencarian korban longsor, mudah-mudahan segera ditemukan," kata dia di Hotel East Parc, Kabupaten Sleman, Jumat (29/4).
Ia mengatakan, semua potensi SAR di daerah tersebut dikerahkan untuk membantu pencarian korban tanah longsor tersebut. Dalam pencarian korban tanah longsor, lanjut dia, tim SAR tidak hanya mencari dan menggali bekas longsor. Namun, tim pencari juga harus pandai-pandai dan hati-hati dengan kondisi di lokasi tersebut.
Pasalnya, di daerah bencana tanah longsor biasanya masih berpotensi terjadi longsor susulan. Jangan sampai, tim pencari malah ikut terkena longsor.
Soelistyo menambahkan, dalam kejadian bencana, pemimpinnya ada di kabupaten atau kota, dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Utamanya, pencarian dilakukan selama tujuh hari. Setelah itu, pencarian akan dievaluasi, apakah akan dilanjutkan atau tidak. Namun, jikalau ditutup, SAR harus tetap siap siaga jika ternyata ada tanda-tanda pencarian kembali dilakukan.
Dalam kesempatan tersebut, Soelistyo juga menyampaikan kebangganannya karena dalam hal SAR, Indonesia masuk dalam tujuh besar di dunia. "Indonesia masuk dalam tujuh besar dunia dalam potensi Search and Rescue," kata dia.
Untuk itu, pihaknya pun terus berusaha untuk dapat bertindak lebih baik dalam hal menjamin keselamatan bagi warganya. Ia mengatakan, ada empat komponen penting dalam pencarian dan penyelamatan (SAR), yaitu Basarnas dan jajarannya, TNI dan Polri, unsur pemerintah daerah (termasuk BPBD), dan potensi SAR masyarakat.
Kemampuan negara dalam anggaran diakui dia memang belum ideal. Namun, pihaknya mengoptimalkan anggaran yang ada agar bisa bermanfaat di lapangan dalam upaya SAR. "Dalam pembelian peralatan, kami memprioritaskan pembelian peralatan yang terkait langsung dengan penanganan di lapangan," kata dia.
Selain itu, program SAR goes to school pun dilakukan di hampir seluruh provinsi. Dengan demikian, sedini mungkin, dari SD sampai SMA anak-anak dilatih untuk mengetahui cara menyelamatkan diri sendiri dan orang lain. Dengan cara ini, lanjut dia, diharapkan bisa membangun budaya SAR yang hasilnya bisa terlihat dalam 5 ke depan. (AT/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved