Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras disertai angin kencang dan petir pada Rabu (27/4) petang mengakibatkan sejumlah bencana di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Berdasarkan pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat, setidaknya terjadi bencana di 15 titik tersebar di beberapa kecamatan.
"Bencana yang terjadi kemarin sore (Rabu) yakni banjir bandang, pohon tumbang, dan rumah roboh," kata Kepala BPBD Kota Sukabumi Asep Suhendrawan, Kamis (28/4).
Berdasarkan pendataan BPBD, rumah roboh diketahui milik Dede, warga Kampung Lamping RT 03/04 Kelurahan Gedongpanjang Kecamatan Citamiang. Sedangkan banjir bandang akibat meluapnya saluran air (drainase) di antaranya terjadi di Kelurahan Jayamekar dan Jyaraksa di Kecamatan Baros serta di kawasan Terminal Tipe A Lingkar Selatan.
"Cukup banyak juga kejadian bencana pada Rabu petang. Kalau yang rumah roboh mungkin tak kuat menahan derasnya air hujan karena kondisinya bisa dikatakan sudah tua. Ya, semipermanen," sebutnya.
Asep tak menampik potensi bencana relatif masih cukup tinggi. Meskipun begitu, pada bulan ini intensitas curah hujan mulai turun sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
"Dibandingkan Maret, frekuensi bencana pada April relatif menurun. Memang pada Maret intensitas curah hujan tinggi sehingga potensi kebencanaan pun relatif tinggi," ucap Asep.
Meski intensitas curah hujan sesuai perkiraan BMKG mulai turun, tetapi kewaspadaan tetap ditingkatkan. BPBD menyiagakan personel selama 24 jam untuk menindaklanjuti dengan cepat ketika ada laporan kebencanaan. "Kewaspadaan tentunya terus kami tingkatkan," tegasnya.
BPBD belum menghitung nilai kerugian akibat bencana selama April 2016. Tetapi dari perkiraan sementara, kerugian bencana selama 1-27 April 2016 ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
"Upaya yang kami lakukan sama seperti sebelumnya karena sifatnya penanggulangan. Intinya yang pertama kita lakukan ketika terjadi bencana adalah evakuasi warga untuk menghindari adanya korban. Kemudian secara fisik kita tangani sementara agar jangan sampai bencana terulang, dan yang terakhir berkoordinasi dengan dinas teknis di antaranya seperti Dinas Sosial maupun Dinas Tata Ruang dan Permukiman. Untuk perbaikan fasilitas fisik secara permanen kita koordinasi dengan Dinas Tata Ruang dan Permukiman," pungkasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved