Minta Balik Uang Tebusan, Korban Penculikan Hajar Din Minimi

Ferdian Ananda Majni
28/4/2016 00:30
Minta Balik Uang Tebusan, Korban Penculikan Hajar Din Minimi
(AFP)

PIMPINAN kelompok bersenjata Nurdin alias Din Minimi dihajar seorang warga Desa Teuping Jareng, Idi Rayeuk, saat terjadi perselisihan seusai menonton pertandingan sepak bola, Rabu (27/4) sore, di Desa Tanoeh Anoe, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Ridwan, 41, mengaku pernah disandera Din Minimi di hutan dan menuntut balas dendam terhadap Din Minimi. Selain itu, ia juga meminta kembali uang tebusan sebanyak Rp60 juta yang pernah diberikan kepada Din Minimi.

"Dulu dia pernah menculik dan menyiksa saya, hingga meminta tebusan. Jadi, sekarang saya menuntut balas dan membayar uang tebusan yang telah diterimanya," kata Ridwan.

Saat terjadi perselisihan, awalnya Din Minimi tidak mengenali wajah Ridwan karena tertutup helm yang dikenakan. Namun, ketegangan memuncak saat Ridwan melepaskan helm. Ridwan yang emosi seketika meninju Din Minimi dan mengenai bagian mulutnya.

"Waktu saya sapa, dia tidak kenal lagi saya. Pas saya buka helm, dia terkejut dan spontan saja saya memukul dan mengenai wajahnya," katanya.

Aparat kepolisian yang saat itu sedang mengamankan pertandingan sepak bola langsung melerai perkelahian tersebut.

Di lain sisi, keduanya langsung mengajukan laporan ke pihak kepolisian. Ridwan melaporkan Din Minimi ke Polsek Idi Rayeuk. Sedangkan Din Minimi melaporkan Ridwan ke Mapolres Aceh Timur atas tuduhan pemukulan.

Terkait insiden pemukulan yang menimpa Din Minimi, Kapolres Aceh Timur Hendri Budiman mengatakan akan memproses kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku.

"Kita tetap proses siapa yang jadi tersangka dan siapa yang terjadi korban. Saat ini, kami sedang kumpulkan saksi dan bukti yang ada di lapangan," ujarnya.

Hendri Budiman menjelaskan dalam memproses kasus ini pihaknya tidak akan mengkaitkan pemukulan ini dengan kasus penyanderaan dan uang tebusan yang menjadi pemicu insiden ini.

"Kami hanya proses masalah pemukulan ini dan kita tidak mengaitkan dengan sebab dan akibat hingga terjadi pemukulan karena tentang masalah lama (penyanderaan) kami hormati keputusan dari pusat," sebutnya.

Hendri Budiman juga mengharapkan keduanya bisa saling menghargai dan menjaga keamanan serta ketertiban selama penyelidikan ini. (FD/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya