Bentrok Ormas, Polres Kampar Tahan 42 Orang

27/4/2016 18:13
Bentrok Ormas, Polres Kampar Tahan 42 Orang
(Ilustrasi)

KEPOLISIAN Resor Kampar, Riau, menahan 42 orang yang diduga terlibat bentrokan berdarah antara dua organisasi masyarakat yang mengibatkan jatuhnya korban jiwa.

"Sudah 42 orang yang diamankan. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Kampar," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKB Guntur Aryo Tejo, Rabu (27/4).

Ia menjelaskan ke-42 orang yang diamankan tersebut terdiri dari 39 orang dari Laskar Merah Putih Wilayah Tapung, Kampar dan tiga orang dari Pemuda Pancasila Ranting Kasikan.

Untuk mengantisipasi bentrokan susulan, Kapolda Riau Brigjen Supriyanto mengatakan pihaknya telah mengerahkan ratusan personel yang terdiri dari Brigade Mobil, Sabhara, Intel, dan Propam untuk menjaga kondisi.

"Kita telah kerahkan Brimob satu kompi, satu pleton Sabhara, Kompi Rayonisasi satu kompi, intel dan Reskrim," kata Kapolda.

Lebih jauh, Kapolda mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan masing-masing pimpinan Pemuda Pancasila (PP) dan Laskar Merah Putih (LMP) agar saling menahan diri.

Bentrok dua ormas tersebut terjadi di Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (27/4) dinihari. Korban tewas yang diketahui bernama Jalaludin, 43, anggota Laskar Merah Putih mengalami luka bacokan di seluruh tubuh. Adapun korban luka-luka salah satunya Kepler Nainggolan, Ketua Ranting Pemuda Pancasila Desa Pasukan.

Berdasarkan informasi, bentrokan yang diduga bermula dari rebutan lahan pungli di kebun kelapa sawit dan pembangunan pos ditindaklanjuti dengan aksi sweeping sejumlah massa dari Laskar Merah Putih. Aksi itu lalu dibalas oleh massa Pemuda Pancasila. Kedua massa yang membawa senjata tajam dan bom molotov itu lalu bertemu sehingga bentrokan pun tak terhindarkan lagi. (Ant/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya