Perlu Investigasi Mendalam yang Terjadi di Tolikara

Fetry Wuryasti
26/4/2016 20:28
Perlu Investigasi Mendalam yang Terjadi di Tolikara
(ANTARA)

MENTERI Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan pihaknya tidak ikut campur akan perbedaan informasi mengenai terjadi atau tidaknya konflik di Tolikara, Papua. Pihaknya hanya bersiaga akan bantuan logistik yang harus disalurkan.

"Masih simpang siur berbeda versi mengenai terjadi tidaknya konflik. Yang kami lakukan siaga untuk bantuan per makanan. Sampai saat ini bantuan yang sudah disalurkan masih berupa permakanan dan beras yang diambil dari gudang Kemensos di Tolikara, disalurkan melalui dinsos (dinas sosial) setempat," ujarnya di Jakarta, Selasa (26/4).

Pihak Kemensos juga sudah mengutus tim ke wilayah untuk mengetahui konflik yang terjadi.

"Perlu investigasi lebih lanjut mengenai konflik dan itu di luar ranah Kemensos. Saya tidak ingin mempermasalahkan itu. Bagi saya yang penting ada kedaruratan SK bupati siapkan logistik. Kalau memang mereka mengungsi, jangan sampai pengungsi tidak terpenuhi kebutuhan logistiknya. Apa betul karena perzinahan, perang antarsuku atau pembagian dana yang kurang, harus ada investigasi," tukas Khofifah.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penangggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan telah terjadi konflik sosial di Tolikara dengan menewaskan 1 orang dan melukai 32 orang lainnya.

"Konflik sosial terus berlangsung di Distrik Gika dan Distrik Panaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua sejak 9 April hingga Minggu (24/4). BPBD Kabupaten Tolikara melaporkan kejadian ini kepada posko BNPB dan meminta bantuan. Penyebab konflik sosial adalah persoalan pembagian bantuan dana dana Rencana Strategis Pengembangan Kampung (Respek) yang dinilai tidak adil antardistrik," demikian tertulis dalam siaran persnya.

Namun, keesokan harinya, Polri membantah pernyataan terjadinya kerusuhan di Tolikara. Dari laporannya, Tolikara dalam keadaan aman.

"Sudah kita kroscek kepada Kapolda Papua maupun Kapolres Tolikara bahwa informasi itu tidak benar," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen Agus Rianto dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/4/). (Try/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya