Dua Anak Buah Santoso Dipindah ke Lapas Tolitoli

M Taufan SP
26/4/2016 20:03
Dua Anak Buah Santoso Dipindah ke Lapas Tolitoli
(Ilustrasi)

DUA narapinada kasus terorisme yang merupakan anggota kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tolitoli, Sulawesi Tengah. Keduanya, Muliadi dan Farid yang telah dijatuhi hukuman 5 tahun penjara, sebelumnya menjalani kurungan di Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"Mereka tiba di Tolitoli Senin 25 April, menggunakan pesawat Wing Air ATR 72 dan pengawalan ketat Satgas Kejagung serta Densus 88 Antiteror Polri," kata Ketua Tim Satgas Kejaksaan Agung Nana Riana, Selasa (26/4).

Menurut Riana, Muliadi dan Farid langsung dijemput petugas ke Lapas Kelas II B Tolitoli menggunakan mobil tahanan kejaksaan setempat dan penuh pengawalan aparat, mulai dari TNI, dan Polri setempat.

"Sekarang mereka berdua sudah menjalani penahanan di sana. Muliadi kelahiran Tolitoli hanya saja berdomisili di Poso," jelas Nana.

Muliadi dan Farid diketahui kalau mereka pernah mengikuti pelatihan militer, sebelum bergabung dengan kelompok Santoso pada 2011. Setelah bergabung, mereka berdua kemudian ditugaskan sebagai penghubung pada bagian logistik, makanan, dan pemasok senjata kepada MIT di Poso pada 2012.

Nana mengungkapkan, ke duanya dipindahkan ke Tolitoli tidak lain atas dasar perintah dari Direktur Jendral (Dirjen) Pemasyarakatan Kemenkumham, dan sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), serta Satgas Kejagung, dan Densus 88 Antiteror Polri.

"Ini memang sengaja dipindahkan agar keluarganya bisa leluasa dan dekat untuk menjenguk. Kalau menjenguk ke Depok sangat jauh. Apa lagi memang salah satu dari mereka kelahiran Tolitoli," tandas Nana.

Muliadi dan Farid ditangkap pada 2015. Keduanya disangkakan sebagai pelaksana fa'i atau pencari dana untuk MIT dengan serangkaian aksi yang melanggar hukum. Keduanya juga diketahui sebagai pemasok logistik, makanan, dan senjata untuk melancarkan aksi-aksi teror MIT lainnya di Poso. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya