Di Sumsel, 9.643 Warga Binaan Dijaga 478 Petugas

Dwi Apriani
26/4/2016 15:55
Di Sumsel, 9.643 Warga Binaan Dijaga 478 Petugas
(MI/Dwi Apriani)

KESENJANGAN antara jumlah warga binaan di Sumatra Selatan dengan petugas keamanan di rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) cukup jauh timpang.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI (Kemenkumham) Sumatra Selatan, Juliasman Purba mengatakan saat ini di Sumsel memiliki 12 lapas, 3 rutan dan 5 cabang rutan.

"Jumlah tahanan ada 2.623 orang, narapidana 7.020 orang. Totalnya 9.643 orang. Orang-orang Kemenkumham di Sumsel ada 1.197 orang, petugas keamanan atau sipir hanya 40 persen atau 478 orang saja," ungkapnya Selasa (26/4).

Ia menerangkan, jumlah warga binaan tersebut sudah melebihi kapasitas seharusnya untuk di Sumsel. Menurutnya kapasitas yang seharusnya yakni 6.446 orang. "Sekarang sudah melebihi 150 persen dari yang seharusnya," cetusnya.

Juliasman menyebutkan, jumlah warga binaan yang paling banyak yakni dari Rutan Klas I Palembang (Pakjo) 1.433 orang, dan kemudian Lapas Klas I Palembang (Mata Merah) 1.287 orang.

Ia menyayangkan adanya keterbatasan ini sebab sesuai dengan KUHP No 27 tahun 1985, bahwa sudah diamanahkan, setiap wilayah memiliki Rubasan, Rutan dan Lapas. “Kalau di Sumsel, Rubasan hanya ada dua, yakni Klas I di Palembang dan Klas 2 di Baturaja (Ogan Komering Ulu)," kata Juliasman.

Terkait adanya keinginan Menteri Hukum dan HAM untuk meningkatkan jumlah petugas dan hunian baru, Juliasman mengaku sangat berharap hal itu segera terealisasi. Ia berharap dari 1.100 petugas yang bakal ditambah tahun ini di Indonesia, maka Sumsel akan mendapat bagian dan
porsi sesuai dengan kebutuhan yang ada.

"Jika selama ini perbandingannya 1:50 (satu petugas untuk 50 warga binaan), maka kita berharap setidaknya menurun menjadi 1:40 (satu
petugas untuk 40 warga binaan), ujarnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya