212.400 Hektare Areal Persawahan di NTT Gagal Tanam

Palce Amalo
26/4/2016 15:48
212.400 Hektare Areal Persawahan di NTT Gagal Tanam
(Dok.MI)

PRODUKSI padi pada musim panen 2016 di Nusa Tenggara Timur (NTT) diperkirakan merosot tajam menyusul gagal tanam yang dialami petani setempat.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT Johanes Tay mengatakan areal persawahan yang gagal tanam mencapai 212.400 hektare (ha) karena krisis air. Angka itu merupakan bagian dari target areal tanam pada 2016 sebanyak 229.618 ha.

"Tahun ini curah hujan sangat minim. Banyak areal persawahan mulai mengalami kekerungan air sejak Maret," kata Johanes, Selasa (26/4).

Menurut Johanes, petani yang tidak menanam padi, tetap didorong untuk mengolah lahan mereka guna ditanamai tanaman hortikulura yang tidak membutuhkan banyak air. Petani dapat mengalirkan air dari sumur untuk
mengairi tanaman mereka.

"Pemerintah tetap mendorong peningkatan produksi dan menjaga optimalisasi harga. Menggunakan benih yang bermutu tanpa pupuk," katanya.

Gagal tanam mengakibatkan banyak petani tidak menjual gabah mereka ke pasar. Imanuel, petani di Persawahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang mengatakan menyimpan gabah untuk persediaan jika terjadi krisis pangan.

Dia mengatakan banyak petani di persawahan Oesao tidak menanam padi. Petani tersebut meninggalkan areal persawahan mereka yang kini telah
berubah menjadi tempat pengembalaan ternak.

Hal yang sama juga terjadi di Persawahan Oepoi di Kota Kupang. Sesuai pantauan, hampir seluruh areal persawahan di lokasi itu ditumbuhi ilalang.

Sejumlah petani setempat yang sebelumnya nekat menanam padi, mulai menghadapi masalah karena tanaman tersebut mulai layu akibat tidak diairi air.

Johanes mengatakan berkurangnya areal tanam padi akan memengaruhi serapan beras petani yang dilakukan Bulog. Apalagi banyak petani mulai berjaga-jaga dengan tidak menjual gabah dan beras ke pasar, demi persediaan menghadapi ancaman krisis pangan. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya