Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH membangun tujuh waduk raksasa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dijadwalkan rampung dalam lima tahun. Pembangunan tujuh waduk tersebut untuk menampung air pada musim hujan guna dimanfaatkan mengairi tanaman pertanian, air baku bagi penduduk, dan kebutuhan ternak.
Tujuh waduk itu ialah Raknamo di Kabupaten Kupang, Rotiklot di Belu, Napungete di Sikka, Lambo di Nagekeo, Manikin di Kabupaten Kupang, Temef di Timor Tengah Selatan, dan Kolhua di Kota Kupang.
Peletakan batu pertama Waduk Raknamo dilakukan Presiden Joko WIdodo sejak 20 Desember 2014. Saat ini pembangunan Waduk Raknamo telah mencapai 43,2 persen, dan diperkirakan mencapai 79 persen sampai akhir 2016.
"Terowongan pengelak sudah jadi. Tahun ini pengambilan air irigasi sampai air baku sudah bisa berjalan tahun ini. Pondasi sudah selesai dan siap menimbun," ujar Pejabat Pembuat Komitmen Bendungan I Balai Sungai Nusa Tenggara II Davianto Frengky Welkis, Selasa (26/4).
Dia memastikan Waduk Raknamo akan rampung pada 2017, atau dua tahun lebih awal dari rencana semula pad 2019. Pembagunan waduk berjalan lancar.
Menurutnya luas bendungan Raknamo 245,39 hektare (ha) menelan anggaran Rp710 miliar. Bendungan ini akan menampung air sebesar 14,9 juta meter kubik dan menyuplai air baku ke Kabupaten Kupang mencapai 100 liter per detik.
Adapun areal persawahan yang akan diairi air bendungan mencapai 1.250 hektare di empat desa yakni Raknamo, Manusak, Naibonat dan Amabi Oefeto. Selain itu akan dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) 0,216 Megawatt.
Waduk kedua yang dibangun ialah Rotiklot di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu mulai dibangun sejak 28 Desember 2015. Peletakan batu pertama waduk ini juga dilakukan Presiden Joko Widodo.
Bendungan ini menelaan anggaran sekitar Rp520 miliar akan menyiapkan air bagi 500 ha sawah tadah hujan di wilayah itu dan air baku 40 liter per detik. Sesuai rencana pada 2016, akan dilanjutkan pembangunan waduk ketiga yakni Napungete di Kabupaten Sikka. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved