Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMODITAS beras di Kota Sukabumi, Jawa Barat, masih mengandalkan pasokan dari luar daerah. Penyebabnya, lahan persawahan yang saat ini tersedia dinilai sangat terbatas sehingga tingkat produktivitas tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumsi beras.
Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi, Kardina Karsoedi, mengatakan, hasil produktivitas padi di Kota Sukabumi baru mampu memenuhi sekitar 30%-40% kebutuhan masyarakat. Sisanya, masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.
"Kami baru mampu menyediakan sekitar 30% kebutuhan konsumsi beras. Sisanya mengandalkan dari luar daerah. Rata-rata produk pangan untuk kebutuhan warga Kota Sukabumi memang masih didatangkan dari luar daerah," kata Kardina.
Lahan sawah di Kota Sukabumi saat ini sekitar 1.583 hektare. Jika menghitung tingkat profivitas (pertumbuhan) yang mencapai 7,44 ton per hektare, tingkat produksi padi bisa mencapai 11.777,52 ton.
"Kalau tingkat produktivitas, lahan sawah di Kota Sukabumi bisa di atas provinsi dan nasional. Namun karena lahannya yang sedikit, belum cukup memenuhi kebutuhan masyarakat," sebut Kardina.
Sementara itu, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi menjamin persediaan beras cukup untuk tiga bulan ke depan. Artinya, hingga nanti mendekati puasa hingga Lebaran, stok beras relatif cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Komoditas beras di Kota Sukabumi banyak dipasok dari berbagai daerah karena produktivitas padi relatif sedikit. Meskipun tingkat produktivitas padi terbilang sedikit, pasokan masih aman untuk tiga bulan ke depan," kata Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi Ayep Supriatna, Jumat (22/4).
Pekan ini harga beras di Kota Sukabumi terpantau stabil. Harga beras jenis Ciherang pekan lalu sampai pekan ini masih Rp10.400 per kilogram. Begitu juga beras jenis IR 64 kualitas I berasal dari Jampang yang harganya masih tetap di kisaran Rp9.200 per kg dan IR 64 kualitas II dari Jampang harganya Rp9.000 per kg.
"Harga berbagai komoditas relatif stabil. Malahan untuk komoditas sayuran terpantau banyak yang turun," tandasnya. (BB/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved