Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI Lambas Simanungkalit, 43, seorang anak buah kapal (ABK) yang menjadi korban penembakan kelompok Abu Sayyaf saat terjadi pembajakan kapal tunda tagboat (TB) Henry dan tongkang Christy dalam perjalanan dari Filipina kembali menuju Tarakan, Kalimantan Utara, pada 12 April lalu, masih kritis di Rumah Sakit Sempurna, Lahad Datu, Sabah, Malaysia.
Warga asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, itu terkena tembakan di bagian ketiak kiri setelah kapal tersebut dibajak tujuh pria bersenjata di perairan perbatasan Filipina-Malaysia. Peluru menyerempet ke bagian paru-paru korban tersebut.
Pembajakan kapal TB Henry dan tongkang Christy tepatnya terjadi pada titik koordinat 4*-31'26'' N/ 119*-00''00" E, atau sekitar 15 mil dari Tawau, Malaysia.
Konsul Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Tawau, Abdul Fatah Zainal, menjelaskan, Lambas belum diizinkan keluar Hospital Tawau untuk diterbangkan ke Indonesia lantaran kondisi kesehatannya yang masih mengkhawatirkan.
"Berdasarkan hasil pertemuan yang pihak konsulat RI lakukan dengan dokter rumah sakit yang menangani korban pada 22 April lalu, baik dokter yang bertanggung jawab dengan ICU maupun dokter bedah, mereka masih butuh waktu untuk memulihkannya," ungkap Abdul Fatah, Sabtu (23/4).
Dijelaskannya, berdasarkan penjelasan dokter juga diperoleh informasi bahwa kondisi Lambas masih sangat labil. Dokter yang menangani korban sudah mengurangi oksigen yang diberikan kepada Lambas.
"Artinya masih naik turun, menurut dokter yang bermasalah saat ini paru-parunya, karena terserempet peluru. Sementara jantung, ginjal, dan tekanan darah relatif normal mencapai 155/75. Saat ini Lambas ditemani istrinya Teti Elfrida yang diharapkan akan mempercepat pemulihan," pungkasnya.
Sementara itu, lima ABK dan nakhoda TB Henry dan kapal tongkang Christy yang selamat dari pembajakan kelompok separatis Abu Sayyaf sudah bersandar di dermaga Pelabuhan Lantamal XIII Mamburungan, Tarakan, Sabtu (23/4), sekitar pukul 7.30 Wita.
Kapal TB Henry masuk ke perairan Tarakan dengan kawalan dua Kapal Republik Indonesia (KRI) yang sebelumnya sudah berjaga-jaga di perbatasan NKRI atau di perairan Ambalat, sejak Jumat (15/4) lalu.
Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, kelima ABK itu diangkut ke KRI Ajak 653 untuk dimintai keterangan sebelum diserahkan kepada pihak perusahaan PT Global Trans Energy. Sementara pihak perusahaan memilih bungkam kepada awak media. (VR/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved