Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Denpasar yang berlokasi di Kerobokan Badung, Bali, dinilai saat ini sudah tidak representatif. Selain karena penghuninya melebihi kapasitas, Lapas itu juga berada di kawasan rawan kemacetan.
Terkait hal itu, Pemerintah Provinsi Bali mengharapkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia segera merelokasi Lapas yang selama ini lebih dikenal sebagai Lapas Kerobokan.
"Lapas Kerobokan itu sudah tidak representatif, karena penghuninya melebihi kapasitas dan juga berada di daerah yang rawan kemacetan," kata Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta di Denpasar, Jumat (22/4).
Terlebih, kata dia, di Lapas terbesar di Bali itu terulang kembali bentrokan antarpenghuni pada Kamis (21/4) malam yang diduga dipicu masuknya sembilan tersangka dalam kasus bentrok antardua ormas sebelumnya menyusul dilimpahkannya berkas perkaranya ke Kejaksaan Negeri Denpasar.
Terkait wacana relokasi yang sempat muncul, Pemprov Bali sempat menawarkan lahan milik Pemprov di kawasan tempat pembuangan akhir (TPA) di Suwung Denpasar Selatan sebagai tempat relokasinya.
Dengan terulangnya kembali bentrok di Lapas Kerobokan itu, Sudikerta berharap agar pengelola lapas dapat benar-benar menjalankan kewajibannya sungguh-sungguh sehingga tidak sampai terjadi lagi.
"Jangan diizinkan masuk orang yang membawa senjata tajam dan barang terlarang. Jadi kuncinya ada pada pengelola lapas," tandasnya.
Keributan yang terjadi Kamis malam dipicu penolakan penghuni Lapas terhadap 11 tersangka kasus kerusuhan di Lapas Kerobokan pertengahan Desember 2015 lalu yang hendak dititipkan Kejari Denpasar menyusul pelimpahan berkas perkaranya.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Bali, Nyoman Putra Surya, mengatakan para penghuni Lapas Kerobokan menuntut komitmen untuk tidak menerima tahanan yang terkait kasus bentrok Lapas Kelas II itu pada Desember 2015 lalu.
"Mereka (penghuni Lapas) akhirnya marah," ujar Surya. Akibat keributan itu, sejumlah kaca dan pintu sel pecah. Akhirnya ke-11 tahanan dititipkan ke Kantor Polresta Denpasar.
Pascakeributan itu, Jumat (22/4), di halaman luar Lapas masih tampak sejumlah polisi berja-jaga. (RS/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved