Ratusan Rumah Terendam di Karawang, 1.053 Jiwa Mengungsi

Cikwan Suwandi
22/4/2016 19:27
Ratusan Rumah Terendam di Karawang, 1.053 Jiwa Mengungsi
(MI/ CIKWAN)

SEDIKITNYA 1.053 jiwa terpaksa mengungsi setelah air setinggi 2 meter menggenangi 392 rumah warga di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang.

Banjir yang terjadi sejak dua hari lalu akibat meluapnya Sungai Cibeet dan Citarum diperkirakan akan semakin meninggi jika debit air di dua sungai tersebut bertambah.

Kepala Desa Karangligar Eneng Komariah mengatakan, 5 RT di dua dusun yaitu Dusun Pengasinan dan Dusun Kampek wilayahnya kebanjiran itu terdiri atas RT 01, 02, 03, 04, 07. Namun, yang paling parah dialami warga RT 03 karena banjir sudah mencapai lebih dari 2 m.

"Banjir di Dusun Pangasinan sudah mencapai 2 m, makanya warga kita paksa untuk mengungsi karena ada warga yang menolak diungsikan. Malah lokasi yang tadinya menjadi tempat pengungsian juga ikut kebanjiran, sehingga lokasi pengungsian pun kita geser,” katanya.

Menurut dia, banjir terjadi bukan disebabkan curah hujan yang tinggi di wilayahnya, melainkan akibat luapan sungai Cibeet dan Citarum. Saat banjir datang justru cuaca sedang terik matahari sehingga ketika rumah warga terendam, banyak warga yang sedang berada di luar rumah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (PBD) Karawang Asip Suhendar menambahkan, tinggi muka air (TMA) di Kedunggede saat ini telah mencapai 12,27 dengan debit air 1018,21 meter kubik. "Kedunggede ini merupakan pertemuan dua sungai antara Sungai Cibeet dan Citarum," ucapnya.

Menurut dia, saat ini beberapa posko telah didirikan di wilayah aman banjir untuk mengungsikan sejumlah korban banjir. "Sejauh ini dari hasil pengamatan merupakan banjir kiriman dari Bandung dan Bogor," katanya.

Pihaknya juga masih terus mengawasi 9 titik rawan banjir yang tersebar di seluruh wilayah di Karawang. (CS/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya