Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
NAMA pengasuh Presiden Pertama Indonesia, Sarinah, menjadi tokoh inspirasi perayaan Hari Kartini bagi para kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bali.
Momentum Hari Kartini yang jatuh pada 21 April diperingati oleh PDIP Bali dengan pengukuhan pembentukan Perempuan Sarinah dan Klik (Kader Peduli Kesehatan) Sarinah di Kantor Sekretariat DPD PDIP Bali, Kamis (21/4).
Pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Perempuan Sarinah itu terdiri atas istri para kader PDIP yang duduk di eksekutif dan legislatif.
Ketua DPD PDIP Provinsi Bali Wayan Koster mengatakan, pembentukan Perempuan Sarinah itu merupakan bentuk pemberdayaan kader perempuan. Anggota Perempuan Sarinah terdiri atas istri anggota DPRD Bali kabupaten dan kota se-Bali, istri Bupati/Wakil Bupati, istri Wali Kota/Wakil Wali Kota se-Bali.
Menurut Koster, ide pembentukan Perempuan Sarinah muncul sesaat setelah acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDIP Bali yang berlangsung di Sanur. "Ide ini muncul dari Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDIP Prananda Prabowo seminggu setelah digelar Rakerda PDI Perjuangan Bali di Sanur. Ini dilakukan agar perempuan PDIP mempunyai kepekaan, kepeduliaan, dan keterlibatan terhadap perjuangan partai," kata Koster.
Selain itu, pembentukan Perempuan Sarinah itu bertujuan agar terjadi satu energi gerakan partai yang terorganisir dalam melaksanakan kegiatan. Selain itu juga mampu menjadikan pendekatan partai dan strategi partai dalam memenangi pemilihan kepala daerah (Pilkada) ke depan.
"Ini kan memanfaatkan PDIP pada Pilkada yang akan datang. Ini juga sangat penting, pemilih perempuan rata-rata sebanyak 51%. Secara rasionalnya, perempuan itu lebih banyak daripada laki-laki," imbuh Koster.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PDIP Megawati yang hadir bersama Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Erico Sotarduga dalam pidatonya menjelaskan, penggunaan nama Perempuan Sarinah karena nama tersebut diambil dari nama pengasuh founding father Indonesia yakni Presiden Pertama RI Ir Soekarno.
"Mengapa nama Sarinah? Karena itu diambil dari nama pengasuh Bung Karno," katanya di hadapan ratusan perempuan yang hadir.
Putri dari Proklamator RI itu juga bercerita bahwa RA Kartini merupakan sosok pejuang yang gigih memperjuangkan kesetaraan kaum wanita. Bukan hanya RA Kartini, banyak juga pahlawan wanita yang patut dicontoh semangatnya. Misalnya saja pejuang dari Maluku Kristina Marta Tiahahu, dari Jawa Barat Dewi Sartika, atau dari Aceh Cut Nyak Dien, dan masih banyak lagi.
Selama ini, kaum perempuan hanya menjadi 'konco wingking' (teman belakang alias pelengkap) bagi kaum laki-laki. Mantan Presiden RI itu juga berharap, agar perempuan zaman sekarang jangan hanya menjadi pelengkap saja. Namun, harus bisa memberikan kontribusi bagi siapa pun termasuk soal kesetaraan hak dan kewajiban.
Pasalnya, dalam Undang-Undang (UU) telah disebutkan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama. "Perempuan Indonesia saat ini tidak seperti yang dicita-citakan. Seperti pada sidang BPUPKI yang dulu, apa yang dibuat dulu itu dasar negara salah satunya itu ibu-ibu jangan jadi provokator, tapi harus terbuka pikiran mereka, bukan konco wingking itu. Ini banyak perempuan yang tidak mengerti," tandasnya. (OL/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved