Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MEDIA sebagai sarana informasi bagi masyarakat harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman di era teknologi saat ini.
Dalam diskusi bersama Editors Forum yang digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Media Group disepakati adanya pemberian opini yang positif kepada masyarakat dalam merevolusi mental bangsa sesuai dengan program Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
Rosarita Niken Widiastuti, Dirjen Publik Kemenkominfo, mengatakan bahwa media bisa mempengaruhi opini publik, karena itu media harus memilah informasi dan mengurangi informasi negatif yang bisa ditiru atau diimitasi masyarakat.
"Misalkan dengan berita tawuran, adanya kriminalitas, ini harus diseimbangkan, karena akan menjadi inspirasi yang buruk di masyarakat," ujarnya saat memberikan pemaparan dalam acara Editors Forum di Hotel Four Point Dago, Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/4).
Menurut dia, jika media menghadirkan berita positif, masyarakat pun akan ikut positif. "Intinya kejujuran, tanggung jawab, serta budaya antre, dan membuang sampah pada tempatnya, menjadi baik di masyarakat jika dampak dari opini di media positif," jelasnya.
Selain kejujuran, penghormatan terhadap sesama menjadi penekanan yang tidak kalah penting. Dengan demikian, bangsa kita bisa lebih berdaya saing, bisa meningkatkan etos kerja, dan bisa menjadi bangsa yang mengubah pola pikirnya dari konsumtif ke produktif. "Positif opini, maka perilaku masyarakat pun akan mengikuti," jelasnya.
Sementara itu, pembicara lainnya sosiolog Universitas Indonesia Prof Paulus Wirutomo mengatakan, media itu paling berpengaruh, apalagi dalam persaingan global. Artinya, jika kita kalah bersaing, kita ditinggalkan.
"Kita jangan menghancurkan negara sendiri, pers harus tetap kritis, energi negatifnya tadi kritik yang memberikan energi positif. Presiden Jokowi menawarkan perubahan, pers harus memenuhi energi positif, seandainya masih ada yang kurang dari revolusi mental, karena ini adalah momentum kita," jelasnya.
Ia menambahkan, dalam memberikan revolusi mental melalui pers, ada tiga nilai revolusi mental, yakni nilai integritas, etos kerja, dan kekuatan (power).
"Kita tahu hak dan kewajiban kita sebagai warga negara, dan dapat dipercaya. Tiga nilai itu yang pertama etos kerja, yang sering kali kurang tinggi, yang kedua harus mandiri, saya kira kita semua tidak aneh dengan gotong royong, harus ada sikap saling menghargai. Yang ketiga harus berjuang terus menerus, bukan cuma saling bertengkar dan saling mengejek," jelas Paulus.
Di era saat ini, lanjut dia, kekuatan media sangat luar biasa. Ada dua media, yakni media mainstream dan media sosial, yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi masyarakat.
Aktivis media sosial Ndoro Kakung memaparkan, dunia media saat ini sangatlah berpengaruh luar biasa. Selain media mainstream, ada media sosial. "Dampak media sosial saat ini, analoginya hampir sama dengan Prof Paulus, setiap mau pergi ke WC pasti update di medsos, penetrasinya sampai sejauh itu, coba bayangkan," papar Ndoro Kakung.
Ia pun menambahkan bahwa dalam medsos dunia bisa terlihat. "Contoh, kita bisa melihat ISIS memenggal kepala, dan dunia cepat berubah dalam genggaman kita," ujarnya.
Jurnalisme pun, menurut Ndoro Kakung, bergeser, dari masyarakat publik yang sebelumnya konsumen dari media, sekarang menjadi prosumen. "Masyarakat saat ini, tetap melihat berita TV, nulis di blog, ngajak berantem di medsos, bisa maki-maki, dan sebagainya, tapi mereka juga bisa jadi jurnalis, VJ buat di TV dan reporter di era medsos sekarang ini," paparnya.
Medsos juga bisa memberikan rasa persatuan dengan saling mengabarkan. "Saat teror di Thamrin lalu, itu menjadi penting, ketika masyarakat saling mengabarkan dan memberikan informasi tentang situasi teror saat ini, dan ini gotong royongnya berubah ke era globalisasi dengan media sosial," jelasnya.
Pembicara lainnya Kasdam III Siliwangi Brigjen TNI Wuryanto mengatakan bahwa pers sebagai penggugah. "Opini pers sangat bisa mengubah nasib suatu negara. Saat ini, ada opini dunia yang menginginkan Indonesia maju dan mandiri. Saat ini kita dihadapkan pada proxy war, yang mana media saat ini merupakan pilar trias politika," ujarnya.
Dalam perang proxy itu, lanjut Kasdam III Siliwangi, media bukan dijadikan objek untuk dihancurkan, tapi dijadikan objek kepentingan mereka agar Indonesia terus dikerdilkan,
"Saya melihat media kita masih American sentris, saya melihat apapun yang terjadi itu sangat ke Amerika. Kita juga tahu bagaimana peran media memenangkan perangnya Amerika di hampir seluruh dunia, tetapi tidak ada satu pun bahwa Amerika gagal, bahkan vietnam, itulah peran media. Mestinya, kenapa media kita tidak mampu seperti itu," ujar mantan Kadispenad ini.
Di sisi lain, Editor Chief Media Indonesia Abdul Kohar mengatakan bahwa, bad news dalam tensi tertentu menjadi pemicu dari masyarakat untuk titik jenuh.
"Good news is good news, berita inspiratif, itu yang menggerakkan daerahnya agar maju itu juga menjadi bagian yang menarik buat pembaca, tergantung bagaimana cara mengemasnya, dalam konteks itu, media sudah memainkan fungsi itu," ujarnya.
Kick Andy misalnya, diterima masyarakat karena kisah inspiratif. "Segmen opini tidak hanya masuk dalam kategori berita saja, contoh Dangdut Academy di situ bisa masuk, kuliner Nusantara, budaya, dan sebagainya, sehingga opini bisa dikemas jadi menarik sekali," jelasnya.
Kohar menambahkan, di Korea Selatan itu K-Pop didukung oleh semua masyarakat Korea. "Di mana hampir seluruh bagian di Korsel itu bsa mempromosikan Korsel. Bagaimana memperkenalkan gangnam style itu menjadi opini ke dunia, bahwa gangnam style memang menjadi bagian dari masyarakat Korsel," pungkasnya.
Acara forum diskusi yang menghadirkan para pemimpin redaksi, editor, serta pemimpin media cetak, TV, online, pers mahasiswa, dan pegiat medsos di Bandung itu dipandu oleh presenter Metro TV Prita Laura. (AM/BU/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved