Bulog Targetkan Serap Beras Petani DIY 62.500 Ton

Agus Utantoro
21/4/2016 14:51
Bulog Targetkan Serap Beras Petani DIY 62.500 Ton
(ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

BADAN Usaha Logistik Divisi Regional Yogyakarta merencanakan dapat menyerap beras petani di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 62.500 ton selama 2016 ini.

"Target pengadaan beras setahun sebanyak 62.500 ton, sementara sampai dengan 19 April 2016 penyerapan beras sudah hampir 9.000 ton," kata Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Divre DIY Fansuri Perbatasari, Kamis (21/4).

Dikatakan Fansuri, realisasi penyerapan beras petani oleh Perum Bulog DIY hingga April ini jika dihitung dalam bentuk gabah sebanyak 15.000 ton gabah kering giling (GKG), adapun dalam bentuk gabah kering panen (GKP) sekitar 17.000 ton.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan penyerapan gabah beras petani di wilayah DIY sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu bersamaan dengan mulainya panen padi pada musim panen (MT) pertama 2016, seperti di wilayah Kabupaten Bantul penyerapan sudah yang kedua kali.

"Dalam melaksanakan Sergap (serap gabah petani) ini kita kerja sama dengan Kementerian Pertanian, untuk di wilayah Bantul ini sudah dilakukan dua kali, pertama Sergap dari gabungan kelompok tani (Gapoktan) Desa Trirenggo, sehingga di Pendowoharjo ini yang kedua," katanya.

Fansuri mengatakan, penyerapan gabah beras petani di wilayah DIY akan terus dilakukan lembaganya dengan menyasar pada gapoktan-gapoktan, seperti di Kabupaten Kulon Progo setidaknya ada delapan gapoktan yang terdata, adapun di Bantul ada tiga gakpotan.

"Kalau dalam melakukan penyerapan gabah di lapangan selama ini telah berjalan lancar, semua sesuai apa yang kita rencanakan. Kita harap seterusnya berjalan sesuai rencana, sehingga serapan yang ditargetkan tercapai," katanya.

Ia mengaku optimistis target serapan beras sebanyak 62.500 ton tercapai, sebab para petani masih antusias menjual hasil panen ke Bulog dengan harga Rp3.700 per kilogram dan memenuhi syarat, yaitu kadar air maksimal 14%.

"Dari target setahun hingga sekarang kan sudah tercapai 13,64%, ini kita upayakan terus. Tahun kemarin (2015) realisasinya lebih dari 100% dari target, jadi petani masih antusias," katanya. (AU/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya