Longsor Terjang Kampung Paris

Benny Bastiandy
20/4/2016 18:30
Longsor Terjang Kampung Paris
(ANTARA FOTO/Budiyanto)

DUA rumah di Kampung Paris RT 02/13 Desa Pamuruyan Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, rusak diterjang tanah longsor, Selasa (19/4) malam. Tanah longsor berasal dari tebing setinggi sekitar empat meter yang berada di sekitar bangunan rumah warga.

Dua rumah yang rusak diterjang longsor merupakan milik Dullah, 67, dan Acep. Rumah milik Dullah yang dihuni tiga orang tergolong parah kerusakannya.

Dinding kamar tidur sebanyak dua buah berukuran 6x3 meter di rumah itu jebol. Sedangkan rumah Acep yang dihuni dua kepala keluarga atau sebanyak lima jiwa, tingkat kerusakannya terbilang sedang. Teras rumah rusak terseret longsor.

Tanah longsor dari tebing ambruk terjadi Selasa (19/4) sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu hujan turun dengan deras. Pemilik rumah sempat mendengar suara retakan sebelum terjadi tanah longsor.

"Saat itu saya sedang tidur di ruang tengah. Sekitar pukul 20.30 WIB, sempat terdengar suara seperti retakan. Setelah itu terdengar suara ambruk ke arah rumah. Setelah dicek, dua kamar tidur di rumah saya jebol diterjang tanah longsor," terang Dullah, Rabu (20/4).

Dullah belum bisa menaksir kerugian akibat musibah itu. Hanya saja jika melihat tingkat kerusakan, Dullah memperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. "Belum tahu pasti (nilai kerugian). Tapi perkirakaan belasan hingga puluhan juta rupiah," ucapnya.

Kepala Desa Pamuruyan Eka Saputra menyatakan wilayah administrasinya memang terbilang rawan bencana tanah longsor. Berdasarkan pengamatan, terdapat lima titik yang relatif berpotensi rawan bencana longsor. "Satu diantaranya di Kampung Paris," kata Eka.

Camat Cibadak Abdul Rivai mengatakan bencana tanah longsor yang menimpa dua rumah di wilayahnya sudah ditangani bersama unsur muspika serta relawan BPBD. Saat ini penghuni di dua rumah itu diungsikan ke rumah kerabat untuk menghindari longsor susulan.

"Kalaupun ditempati lagi, satu rumah yang dinding kamarnya jebol, akan kurang begitu nyaman. Sekarang penghuninya kita ungsikan sementara waktu ke rumah kerabat sambil menunggu adanya bantuan," katanya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya