Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PASCA ditangkapnya dua anggota kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Desa Padalembara, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Jumat (15/4), tim gabungan TNI dan Polri yang masuk dalam Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala 2016, mengintensifkan patroli di perkampungan.
Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudi Sufahriadi mengatakan hal tersebut dilakukan guna mempersempit ruang gerak Santoso cs masuk ke perkampungan demi meminta bantuan logistik kepada warga.
"Saat ini kelompok itu terpencar dan dipastikan logistik mereka juga semakin berkurang. Kalau sudah begitu pasti akan mencari logistik ke perkampungan warga. Olehnya, patroli diintensifkan agar ruang gerak mereka bisa dilacak kemudian dengan mudah bisa menangkap mereka," terang Rudi di Palu, Selasa (19/4).
Ia menyebutkan, dengan tertangkapnya dua anggota MIT di perkampungan warga karena kelaparan membuka jalan baru bagi Satgas untuk lebih mudah menangkap kelompok yang telah terafiliasi dengan IS tersebut.
"Sebelumnya patroli di perkampungan juga sudah dilakukan, hanya saja tidak diintensifkan. Sekarang diintensifkan karena sudah ada bukti anggota kami berhasil menangkap dua anggota MIT yang kelaparan. Bukan tidak mungkin patroli diintensifkan bisa kembali menangkap anak buah Santoso lainnya," imbuh Rudi.
Sebelumnya, dua anak buah Santoso Ir alias Ibad alias Amru dan MS alias Sul alias Ifan ditangkap Satgas Tinombala 2016 di perkampungan warga di Desa Padalembara Jumat 15 April Lalu. Mereka ditangkap atas laporan warga karena kedapatan meminta makanan kepada salah satu warga di desa tersebut.
Dari hasil introgasi ke duanya, diketahui kalau kelompok MIT saat ini mulai terpencar dan kekurangan logistik. "Jadi mereka di hutan dan pegunungan Poso saat ini tidak berkelompok lagi seperti dulu. Kalau dari keterangan dua anak buah Santoso itu, mereka sekarang jalan di hutan dan pegunungan dua sampai tiga orang. Tetapi tetap dengan peralatan perang seperti senjata api dan bahan peledak," tambah Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulteng, Ajun Komisaris Besar Hari Suprapto. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved