Polisi Dapati Ciri-Ciri Pelempar Mercon

MI
19/4/2016 10:55
Polisi Dapati Ciri-Ciri Pelempar Mercon
(Ilustarsi ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

PELEMPAR mercon banting yang menewaskan simpatisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diduga dua orang yang mengendarai sepeda motor matik putih.

Kasat Reskrim Polres Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), AK Sepuh Siregar di Sleman, kemarin, mengatakan ciri-ciri itu merupakan hasil analisis sementara rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Namun, dia mengakui rekaman itu tidak memberikan gambar pelaku, sehingga harus ada analisis yang lebih mendalam.

Selain itu, lanjut dia, polisi sudah meminta keterangan lebih dari enam orang, termasuk yang melewati tempat kejadian perkara di saat kejadian maupun yang bekerja di sekitar lokasi.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Polda DIY AKB Juhandani menambahkan, dalam rekaman CCTV, polisi belum mendapat gambaran pelat nomor kendaraan yang digunakan pelaku. Selain itu, CCTV tidak secara jelas memberikan gambaran wajah yang langsung mengarahkan pelakunya.

Saat ini, jelas dia, tim laboratorium forensik (labfor) dari Semarang, Jawa Tengah, sedang menganalisis jenis peledak yang digunakan.

Sejauh ini, dia memastikan peledak itu bukan bom molotov, tetapi sejenis mercon yang meledak bila dilemparkan ke benda keras. "Yang biasa disebut mencon banting," ujarnya.

Menurut Juhandani, tim itu juga mencari sisa-sisa ledakan pada kejadian itu yang dapat mengarahkan pada penyelidikan selanjutnya.

Didin Sumaryanto, 17, meninggal dunia seusai mengikuti tablig akbar PPP di Lapangan Sendangadi, Mlati, Sleman, Minggu (17/4). Saat itu, Didin membonceng sepeda motor yang dikendari rekannya, Taufan Pulung Sunggoro, 21.

Saat keduanya sampai di Jalan Kebonagung, Mlati, Sleman, Didin terkena lemparan benda yang kemudian meledak (diduga molotov). Didin kemudian terjatuh, sedangkan Taufan sempat melarikan diri.

Didin meninggal dunia akibat luka di bagian leher. Sementara itu, Taufan luka di bagian punggung. Jenazah Didin, kemarin siang, dimakamkan di Tempat Permakaman Umum Bolawen, sekitar 20 m dari rumahnya. Upacara pemakaman antara lain dihadiri Djan Faridz serta jajaran PPP DIY dan Sleman.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta kepolisian untuk mengusut tuntas dan menemukan pelakunya. Sultan mengatakan sengaja atau tidak sengaja, tindakan tersebut berbahaya.(AU/AT/Kim/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya