Panen,Petani Berbalapan Traktor

Abdus Syukur
19/4/2016 10:50
Panen,Petani Berbalapan Traktor
(MI/Abdus Syukur)

EMPAT petani sudah memasukkan kaki ke lumpur persawahan. Jemari mereka menggenggam kemudi traktor. Genggaman petani ke kemudi traktor semakin erat saat seorang pria yang berdiri di hadapan mereka mulai mengangkat tangan sembari meneriakkan aba-aba.

Begitu pria tersebut menurunkan tangannya, empat petani itu langsung melesatkan traktor tangan yang mereka pegang mengikuti jalur lumpur selebar 2 meter dengan panjang 75 meter.

Para petani itu ialah bagian dari 64 petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, yang ikut berlomba mengemudikan traktor tangan di lahan persawahan di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Probolinggo, kemarin (Senin, 18/4).

Meski sudah terbiasa, para petani masih kewalahan mengendalikan traktor. Dalam perlombaan unik itu, petani dituntut untuk piawai mengemudikan traktor. Apalagi, mereka beradu cepat dengan peserta lain.

Mereka juga harus menempuh lintasan itu bolak-balik. Walhasil, sejumlah traktor terbalik dan peserta terjatuh saat hendak membalikkan traktor. "Cukup sulit karena lebarnya hanya 2 meter sehingga pas mau belok butuh skill yang mumpuni," ujar salah satu peserta, Suhardi.

Balap traktor telah menjadi tradisi sebagai perwujudan rasa syukur atas hasil panen di musim sebelumnya dan harapan menjelang musim tanam di Probolinggo. Selain itu, balap traktor menjadi sarana silaturahim di antara para petani dan wahana bertukar ilmu di antara mereka.

Lomba balap traktor berlangsung seru dan menarik perhatian masyarakat, termasuk Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari yang berkesempatan mengikuti lomba untuk memberikan dukungan kepada para petani. Selain itu, mantan bupati dua periode yang juga suami Puput, Hasan Aminuddin, ikut menyaksikan perlombaan.

"Petani harus terus didorong untuk memanfaatkan teknologi pertanian terbaru agar hasil panen bisa terus meningkat baik secara kualitas maupun kuantitas. Dengan peningkatan hasil pertanian, kesejahteraan petani akan terus meningkat sehingga mereka mampu bersaing dalam pasar global," tandas Puput.

Menurut dia, dengan gelaran lomba balap traktor, para petani bisa berinteraksi dan berkomunikasi dengan sesama petani sehingga mereka bisa bertukar pengalaman dan ilmu pertanian.

"Dengan bertukar pengalaman dan ilmu, pengetahuan yang didapatkan para petani akan semakin lengkap sehingga kemampuan petani akan semakin meningkat dan otomastis berpengaruh pada hasil yang didapatkannya," imbuh Puput Tantriana.

Karena tradisi lomba traktor dianggap menarik dan penting untuk perkembangan pertanian, Pemkab Probolinggo berjanji akan menggelar secara rutin kegiatan tersebut dalam agenda tahunan.(N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya