Razia Dadakan di Lapas Palembang, Sejumlah Napi Positif Narkoba

Dwi Apriani
18/4/2016 23:24
Razia Dadakan di Lapas Palembang, Sejumlah Napi Positif Narkoba
()

SEKITAR 250 orang personel dari Kepolisian Daerah Sumatra Selatan, Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumsel, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumsel, dan Kodam II Sriwijaya melakukan razia narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang, Senin (18/4) malam.

Dari sejumlah 1.260 orang narapidana (napi) di lapas tersebut, tim tidak melakukan pemeriksaan tes urine secara keseluruhan, hanya sebagian saja secara acak. Tim tiba di lapas tersebut pukul 21.30 WIB kemudian bergiliran satu persatu personel masuk ke lapas.

Tepat pukul 22.00 WIB, petugas mulai membaur masuk ke setiap sel untuk menggeledah sel dan membawa satu per satu narapidana untuk lakukan tes urine. Terdapat beberapa di antaranya positif terindikasi narkoba dan langsung disidik oleh tim yang bertugas.

Diketahui, dari sebanyak 1.260 orang narapidana, 726 orang narapidana di dalamnya merupakan warga binaan narkoba. Hanya saja, terkait jumlah napi yang positif narkoba masih berlanjut sampai berita ini diturunkan.

"Di lapas ini memang bisa dibilang kurang personel penjaga. Dalam satu hari ada tiga shift dengan empat regu keamanan. Setiap regu ada delapan personel. Ini masih dibilang belum cukup mengingat tidak sebanding antara petugas dan jumlah narapidana. Idealnya kita bisa menampung 750 orang, tapi di sini sudah over capasity," ucap Kalapas Kelas I Palembang, Amran Silalahi.

Sementara itu, Emil Suhaimi, 42, salah satu warga binaan di lapas tersebut mengungkapkan dirinya sudah cukup lama tidak menggunakan narkoba. "Lupa sejak kapan, tapi memang sudah lama tak pakai narkoba," ucapnya.

Sayangnya, dalam pemeriksaan Emil menjadi salah satu napi yang dinyatakan positif gunakan narkoba setelah lakukan tes urine. Ia menyangkal jika menggunakan narkoba.

"Saya hanya minum obat neurobion, panadol, dan mixagrip. Itu (hasil positif) bukan karena narkoba, jadi memang saya tidak pakai narkoba," tandas pria yang mengaku dari Semarang, Jawa Tengah. (DW/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya