Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI memastikan kematian salah satu kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DIY adalah akibat ledakan mercon banting yang dilemparkan sekelompok orang tak dikenal. Peristiwa itu terjadi saat korban dan para kader PPP lainnya melintas di Jalan Kronggahan, Mlati, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (17/4).
Kapolres Sleman AKB Yuliyanto, Senin (18/4) menjelaskan, korban yang diketahui bernama Didin Sumaryono, warga Bolawen, Mlati, Sleman itu sudah diautopsi di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Dalam autopsi itu, ditemukan adanya kerikil di leher korban.
Yulianmto menyebutkan, kerikil atau benda keras kecil lainnya, biasa diisikan pada mercon banting. "Juga adanya bau khas obat mercon," katanya.
Yuliyanto mengemukakan korban tewas adalah pembonceng sepeda motor. Sedangkan pengendara sepeda motor kini masih dalam perawatan karena mengalami luka di bagian punggung.
"Luka-luka ini juga karena ledakan mercon, saat saya melakukan pemeriksaan di Forensik RSUP Dr sardjito semalam juga mencium bau obat mercon," jelasnya.
Kapolres membantah adanya luka-luka akibat benda tajam atau pukulan benda tumpul lainnya. "Tidak ada luka senjata tajam maupun benda umpul. Lukanya adalah karena ledakan mercon bantingan itu," tegasnya.
Untuk mengungkap kasus itu, polisi sudah membentuk tim khusus yang beranggotakan jajaran Polres Sleman dan didukung oleh Polda DIY. Tim ini, tambahnya, sudah mulai melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Lebih lanjut Kapolres menyebutkan, polisi belum mengetahui siapa pelaku penyerangan tersebut. Namun mulai ada titik terang, karena adanya rekaman CCTV yang berasal dari sebuah tempat bisnis yang ada di dekat TKP.
Menurut Kapolres saat ini, polisi juga sedang melakukan analisa terhadap rekaman CCTV tersebut dan diharapkan dalam waktu dekat akan dapat diketahui siapa-siapa pelaku penyerangan tersebut. "Memang terekam dan rekaman itu sudah ada pada kami. Saat ini sedang dianalisa," katanya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved