Evakuasi Anggota Mapala UI dari Gunung Slamet Masih Berlangsung

18/4/2016 10:10
Evakuasi Anggota Mapala UI dari Gunung Slamet Masih Berlangsung
(ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

UPAYA evakuasi seorang pendaki dari Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) yang mengalami kecelakaan di Gunung Slamet masih berlangsung.

Komandan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banyumas Heriyana Ady Chandra mengatakan tim SAR (Search and Rescue) saat ini sudah menjangkau korban. "Ini masih dikoordinasikan dulu, kita lihat kondisi korban termasuk 12 temannya bagaimana," katanya di Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (18/4).

Ia mengatakan jika sudah siap, korban atas nama Irfan, 19, bersama 12 rekannya akan segera diturunkan dari Gunung Slamet. Menurut dia, pihaknya terus berkomunikasi dengan tim SAR yang berada di atas meskipun jaringan komunikasinya sering mengalami gangguan.

"Kita upayakan turunkan pagi hari ini melalui jalur Baturraden. Diperkirakan akan sampai Baturraden dalam waktu empat hingga enam jam sesuai perlakuan dengan orang yang masih hidup," katanya.

Saat ditanya mengenai adanya kabar bahwa korban atas nama Irfan telah meninggal dunia, dia mengatakan bahwa kabar tersebut tidak benar. "Masih hidup. Informasi terakhir, dia masih hidup, masih sadar," tegasnya.

Lebih lanjut, Ady mengakui bahwa medan pada jalur Baturraden sangat ekstrem sehingga memiliki tingkat kesulitan yang tinggi karena ada medan yang terjal, turunan yang curam, dan banyak akar pohon besar yang menghalangi jalan.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa tim SAR gabungan tetap mengupayakan penjemputan dan evakuasi melalui jalur Baturraden meskipun jalur Bambangan, Kabupaten Purbalingga, relatif lebih aman.

"Kalau lewat Bambangan harus naik gunung lagi, pertimbangannya itu, sehingga lewat Baturraden. Kemudian, tim yang menangani juga lebih siap di Baturraden termasuk penyiapan personel antaretape di pos-pos pendakian dan kami sudah menyiapkan peralatan," katanya.

Rombongan Mapala UI yang berjumlah 13 orang terdiri atas sembilan laki-laki dan empat perempuan melakukan pendakian Gunung Slamet melalui jalur Guci, Kabupaten Tegal, dan berencana akan turun melalui jalur Baturraden, Banyumas.

Akan tetapi sesampainya di areal pasir atau sekitar puncak Gunung Slamet dalam perjalanan dari jalur Guci menuju Baturraden, korban terjatuh dan terguling sehingga mengalami luka di sekitar kepala, kaki, dan tulang rusuk serta dalam kondisi setengah sadar. Korban selanjutnya dibawa rekan-rekannya menuju areal vegetasi di sekitar Pos Plawangan. (Ant/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya