Ratusan Puskesmas di Jatim Tidak Memilik Dokter Gigi

Faisol Taselan
17/4/2016 14:11
Ratusan Puskesmas di Jatim Tidak Memilik Dokter Gigi
(ANTARA/Iggoy el Fitra)

SEBANYAK 152 Puskesmas di Jawa Timur belum memiliki tenaga kesehatan dokter gigi untuk bisa menunjang pelayanan masyarakat.

"Jika dibagi jumlah penduduk, maka 1 dokter harus melayani hampir 1.000 orang. Ini problem bukan hanya di Jatim saja tetapi di seluruh Indonesia," kata Gubernur Jatim Soekarwo saat membuka Rakernas Persatuan Dokter Gigi Indonesia di Surabaya, Minggu (17/4).

Menurutnya, dari 690 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Provinsi Jatim, sebanyak 152 Puskesmas belum mempunyai tenaga kesehatan dokter gigi untuk menunjang pelayaan masyarakat.

Hingga saat ini jumlah dokter gigi di Jatim sebanyak 4.100 dokter yang sebagian besar tersebar di tiga kota besar Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Malang. Karena itu, untuk mengatur pernyebaran dokter di 8.505 kelurahan dan desa di Jatim, pemerintah provinsi telah mengeluarkan Peraturan Daerah.

"Perda itu tidak membuat pemerintah jadi otoriter atau mamaksa tetapi bersifat mengatur harapannya penyebaran dokter spesialis termasuk gigi bisa merata, dan masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan maksimal," katanya.

Menurut Soekarwo meski Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) telah diberlakukan, tetapi tetap tidak membuat dokter asing mudah buka praktik atau bekerja di Indonesia. Mereka harus mengetahui jenis penyakit yang ada di Jatim atau Indonesia secara umum.

"Tidak bisa dokter asing masuk begitu saja ke Jatim, mereka harus bisa menangani persoalan kesehatan yang terjadi masyarakat Jatim," katanya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya