Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKSANA Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman memohon maaf atas insiden penganiayaan berupa pemukulan dan penendangan yang dilakukan sejumlah oknum pejabat dan pegawai protokoler terhadap mahasiswa saat rapat bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di gedung daerah, pada Rabu (13/4) lalu.
"Seharusnya tidak over begitu. Kami tidak tahu apa kejadian di luar. Untuk itu kami mohon maaf. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," ungkap Plt Gubernur Riau yang akrab disapa Andi Rachman di kediaman salah seorang mahasiswa Universitas Riau yang jadi korban penganiayaan Muhammad Fauzi di Jalan Paus Pekanbaru, Jumat (15/4).
Andi menegaskan para pihak yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. "Para pihak akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Mari kita saling menjaga dan bersinergi untuk Riau yang lebih baik," ujar Andi.
Sebelumnya, sekitar 1.000 mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau mengepung Kantor Gubernur Riau di Pekanbaru, Kamis (14/4) sore. Aksi itu buntut dari penganiayaan tiga mahasiswa yang melakukan pembentangan spanduk pada Rapat Kordinasi dan Supervisi KPK dengan Pemprov Riau, pada Rabu (13/4).
Para mahasiswa dengan almamater berwarna biru langit itu mengultimatum Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman untuk memecat para pelaku penganiayaan terhadap tiga rekan mereka. Mahasiswa juga membawa spanduk yang berisikan kecaman terhadap tindakan kekerasan dari pejabat daerah tersebut.
"Kami mengultimatum Plt Gubernur Riau Asyadjuliandi Rachman dalam 1x24 jam agar memberi sanksi pemecatan terhadap Kepala Satpol PP Riau Zainal, Kepala Biro Humas Riau Darusman, dan pegawai staf protokoler gubernur yang menjadi pelaku penganiayaan," ungkap Presiden Mahasiswa BEM Universitas Riau Andreas Pransiska dalam aksi tersebut.
Sebelumnya, Muhammad Fauzi, seorang dari tiga mahasiswa yang mencoba membentangkan spanduk menjadi korban pemukulan dan penendangan yang diduga dilakukan pejabat dan sejumlah pegawai protokoler Pemprov Riau karena dianggap mengganggu acara.
Fauzi dan rekannya melakukan aksi itu untuk menyampaikan tuntutan kepada Wakil Ketua KPK Saut Situmorang yang hadir agar membongkar kasus mafia minyak dan gas bumi (Migas) yang diduga melibatkan sejumlah pejabat di Riau.
"Proses hukum terhadap para pelaku penganiayaan akan terus dilanjutkan pihak kepolisian," ungkap Andreas.
Para mahasiswa juga mengancam jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, mahasiswa se-Riau akan kembali melakukan aksi menduduki Kantor Gubernur Riau. (RK/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved