Pencemaran Danau Maninjau Harus Ditangani Serius

14/4/2016 22:12
Pencemaran Danau Maninjau Harus Ditangani Serius
(ANTARA)

KEPALA Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Iskandar Zulkarnain, meminta agar pencemaran di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat ditangani secara serius. Pasalnya, perkembangbiakan plankton di danau tersebut berlebihan yang mengakibatkan kematian pada ikan.

"Apabila tidak ditangani secara serius, maka biota air tidak akan bisa hidup di danau vulkanik itu, dan airnya tidak akan bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk keperluan sehari-hari," jelasnya.

Hal itu disampaikan pada peresmian perubahan status Stasiun Penelitian Lapangan LIPI Danau Maninjau menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Alih Teknologi Penyehatan Danau di Bayur Kecamatan Tanjung Raya, Kamis.

Ia menyayangkan kondisi danau yang tercemar limbah pakan ikan sehingga Danau Maninjau termasuk satu dari 15 danau yang menjadi prioritas perhatian dalam penanganannya di Indonesia.

Pemerintah bersama masyarakat harus mengambil tindakan dengan cara mengurangi jumlah keramba jaring apung, membuang bekas keramba jaring apung yang tidak dipakai lagi, dan mengeluarkan sisa pakan ikan yang ada di dasar danau.

"Ini harus dilakukan agar danau tersebut bisa diselamatkan dari pencemaran, sehingga bisa dimanfaatkan oleh generasi penerus nantinya," katanya.

Perubahan status stasiun Penelitian Lapangan LIPI Danau Maninjau menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Alih Teknologi Penyehatan Danau ini dilakukan berdasarkan beberapa indikator seperti, kekayaan Danau Maninjau yang dibarengi dengan masalah pencemaran lingkungan, aspek kepariwisataan, pertanian dan perikanan.

Untuk mendukung kelangsungan penelitian, pihaknya akan menambah delapan orang personel dari LIPI untuk bertugas di UPT tersebut. "Saya berharap pemerintah dan masyarakat saling membantu dan memfasilitasi para personel peneliti dari LIPI dalam melakukan tugasnya nantinya," katanya. (Ant/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya