Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 400 warga yang berada di tujuh desa di Kabupaten Kaur, Bengkulu, terisolasi akibat jalan penghubung lintas Provinsi Bengkulu ke Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, amblas sepanjang 30 meter di Desa Ulak Bandung, Kecamatan Muara Sahung, pada Selasa (12/4) malam lalu.
HUjan deras yang terjadis selama tiga hari terakhir mengakibatkan jalan lintas Provinsi Bengkulu menuju Sumatra Selatan, amblas sepanjang 30 meter sehingga sedikitnya 400 warga yang berada di tujuh desa menjadi terisolasi.
Warga yang berada di tujuh desa itu, yakni Desa Cinta Makmur, Muara Sahung, Bukit Makmur, Sumber Makmur, Desa Tri Tunggal Bhakti, Ulak Bandung, dan Desa Ulak Lebar, Kecamatan Muara Sahung.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaur Dihan, Bastari, mengatakan, saat ini jalan lintas Provinsi Bengkulu menuju Kabupaten OKU, Sumatra Selatan, amblas sepanjang kurang lebih 30 meter. Pihaknya mengakui kesulitan untuk secepatnya mengatasi bencana tersebut.
"BPBD Kabupaten Kaur sangat kesulitan untuk melakukan pembersihan material longsor karena kekurangan alat berat sehingga harus menunggu alat berat milik Dinas PU Provinsi Bengkulu," katanya di Bengkulu, Rabu (13/4).
Saat ini, lanjut dia, material longsor yang bercampur batu sangat sulit dibersihkan dalam beberapa hari karena alat berat masih kurang dan kebutuhan alat berat mencapai enam unit agar akses jalan dapat dilewati warga kembali.
Jalan yang amblas tersebut mengakibatkan jalur tersebut tidak dapat dilintasi oleh semua jenis kendaraan karena berada di pinggir jurang dengan kedalaman mencapai 15 meter.
Untuk mengantisipasi agar warga dapat keluar maupun masuk dengan berjalan kaki, petugas bersama warga telah membuat jalan sementara dengan menyeberangi sungai.
Sebelumnya, 130 unit rumah warga Desa Suku Tiga, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, Bengkulu, diterjang banjir bandang setinggi satu setengah meter akibat hujan deras yang terjadi selama dua hari terakhir pada Selasa (12/4).
Banjir yang menerjang rumah warga di Desa Suku Tiga sebanyak 50 unit rumah mengalami rusak parah dan 80 unit rumah mengalami rusak ringan serta menggenangi 50 hektare sawah siap panen. Warga setempat masih tetap waspada terhadap banjir susulan karena intensitas hujan masih tinggi.
Akibat banjir tersebut, sebanyak 50 unit rumah mengalami kerusakan parah sehingga warga mengungsi ketempat pengungsian dan tenda evakuasi atau ke rumah warga yang berada di wilayah yang lebih tinggi.
Selain itu, sedikitnya 80 unit rumah di Desa Suku Tiga, juga mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir badang yang menerjang bagian belakang rumah pada Senin (11/4) malam.
BPBD Kabupaten Kaur dan Provinsi Bengkulu telah menyalurkan bantuan kepada korban banjir terutama di Desa Suku Tiga karena terparah dan dua desa lainnya, yakni Desa Tanjung Baru, Kecamatan Muara Sahung, dan Desa Bakal Makmur, Kecamatan Maje, seperti beras, mi instan, pakaian, dan tenda penginapan.
Banjir di Kabupaten Kaur juga telah merendam sedikitnya 50 hektare sawah yang mulai siap panen sehingga petani di Kecamatan Nasal, Muara Sahung, dan Maje, mengalami kerugian. Kemudian, banjir bandang juga terjadi di dua desa lainnya, yakni Desa Tanjung Baru, sebanyak 30 unit dan Desa Bakal Makmur, 15 rumah rusak ringan di Desa Bakal Makmur, Kecamatan Maje. (MY/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved