Dinkes Karawang akan Evakuasi Wacih Penderita Asites

Cikwan Suwandi
11/4/2016 21:18
Dinkes Karawang akan Evakuasi Wacih Penderita Asites
(MI/CIKWAN)

DINAS Kesehatan (Dinkes) Karawang, Jawa Barat, akan mengevakuasi Wacih, 55, seorang penderita asites (suatu kondisi medis yang ditandai dengan akumulasi cairan di rongga perut), yang kini tinggal di tengah hutan Kampung Cikeruh, Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel.

Membutuhkan waktu dua jam dari wilayah perkotaan menuju timur Karawang, rombongan Dinkes, humas pemkab, yang juga turut disaksikan Media Indonesia menuju rumah Wacih yang tinggal berdua bersama suaminya Ampan, 70.

Jalan berlubang dengan tanah bercampur lumpur menyebabkan beberapa kali mobil rombongan harus ditarik oleh tali sling yang ditempelkan kepada batang pohon.

Sekitar 5 km dari kawasan industri rumah Wacih berada, tapi karena kemiskinan dia dan suaminya hanya menjadi petani penggarap kebun biasa. Di kampung yang berpenghuni 30 rumah tersebut, Wacih hanya memiliki tiga tetangga di tengah bukit.

Sudah sekitar 4 tahun ini Wacih menderita dengan perut kembung yang menambah beratnya tiga kali lipat.

"Saat ini kita melakukan investigasi untuk mengetahui kondisi Wacih, dari hasil wawancara kita perkirakan perut Wacih mengalami kondisi asites. Berat normal Wacih sekitar 45 kg karena penyakitnya itu saat ini beratnya 120 kg," ungkap Kepala Dinkes Karawang, Yuska Yasin, Senin (11/4).

Yuska menyebutkan kemungkinan besar Wacih menderita gangguan fungsi hati yang disebabkan oleh perut dengan gejala awal hepatitis B. Namun, kondisi saat ini sudah sangat parah dengan berat perut yang penuh cairan. "Biar tim medis yang melakukan pemeriksaan lanjut," kata dia.

Sejauh ini, menurut Yuska, Wacih masih bisa makan dan minum. Namun, dia tidak bisa melakukan aktivitas seperti orang normal dan hanya berbaring di kasur rumahnya.

Selasa (12/4) besok, Yuska memastikan akan mengevakuasi Wacih untuk dilakukan pengobatan ke RSUD setempat. "Awalnya mau sekarang, tetapi melihat kondisi jalan seperti ini kita belum dapat melakukannya. Selain itu kita akan melakukan pemetaan jalur yang lebih aman buat Wacih," terangnya.

Setelah di RSUD, Wacih akan diberikan pemeriksaan terlebih dahulu tentang kondisinya, untuk kemudian dilakukan perawatan. "Kebetulan dia merupakan pasien BPJS, sehingga kita sangat mudah untuk melakukan rujukan," pungkasnya. (CS/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya