Lima Anggota Polda Sulteng Terindikasi Positif Narkoba

Antara
11/4/2016 19:48
Lima Anggota Polda Sulteng Terindikasi Positif Narkoba
(Antara)

SEBANYAK lima personel Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah terindikasi positif narkoba berdasarkan tes urine dadakan yang digelar Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng di halaman Polda Sulteng, Senin (11/4).

Tes urine yang diikuti 125 anggota Polri lingkup Polda Sulteng, dimulai terlebih dahulu oleh Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriadi yang kemudian diikuti oleh ratusan personel Polri di lingkungan Polda Sulteng.

"Meski sudah postif, tapi perlu didalami lagi. Karena tidak menutup kemungkinan adanya zat dari obat-obat maupun vitamin yang di konsumsi oknum tersebut," ungkap Kepala BNNP Sulteng, Kombes Djoko Marjatno, di Polda Sulteng.

Djoko menjelaskan, pihaknya belum dapat memastikan, apakah oknum tersebut positif sebagai pengguna narkoba atau hanya terkontaminasi bahan adiktif yang tercampur dalam obat-obatan mereka, yang secara medis sedang dikonsumsi atau usai meminum vitamin berdasarkan resep dokter.

Selain itu, kata dia, tes urine tersebut merupakan program rutin Polda Sulteng, untuk mengecek sejauh mana keterlibatan anggota yang terkontaminasi dengan penyalagunaan narkoba. "Jika ada yang terbukti positif selaku pengguna narkoba, tentunya Kapolda sendiri akan menindak secara tegas. Sedangkan pihak BNN sendiri sifatnya hanya membantu dan menyarakan untuk proses asesmen medis," ungkapnya.

Di tempat terpisah, pihak BNNP juga melaksanakan tes urine di lingkungan Batalyon Yonif 711, sesuai permintaan institusi tersebut. Sementara itu, Pemda Sulteng ikut menyarankan agar tes juga dilakukan bagi sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan pelaksanaan tes urine merupakan tindak lanjut dari pernyataan Presiden Joko Widodo, yang sangat jelas akan berperang terhadap narkoba. "Jadi hal ini wajib dilaksanakan dalam rangka memberantas penyalahgunaan narkoba di wilayah Sulteng," katanya.

Tes urine dadakan tersebut juga mendapatkan respons positif di kalangan Polda Sulteng. Hal tersebut terlihat dari sikap Kapolda, yang memulai terlebih dahulu tes tersebut, yang kemudian diikuti oleh ratusan personel di lingkungan Polda Sulteng.

"Saya sengaja mengambil waktu ke sini, sehingga semua anggota juga harus mengikuti untuk tes urine. Jika ada yang positif pasti dihukum berdasarkan aturan yang ada, tapi kita akan melakukan pembinaan terlebih dahulu. Kalau memang tidak bisa dibina, baru kita tindak tegas," tutup Kapolda. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya