300 Personel Hadang Penyelundup

Hendri Kremer
11/4/2016 10:32
300 Personel Hadang Penyelundup
(Petugas Bea Cukai saat berpatroli--MI/Hendri Kremer)

BARANG ilegal, seperti ballpress, produk pangan, seperti bawang, beras, gula, dan narkotika yang dibawa dengan kapal kayu dari Malaysia kerap tertangkap saat memasuki timur Sumatra.

Kabid Penindakan dan Sarana Operasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepri Raden Evy Suhartantyo di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, kemarin (Minggu, 10/4), mengatakan beragam penindakan yang dilakukan ternyata tidak menyurutkan aksi para penyelundup.

Bahkan, dalam dua bulan ini, penyelundup tetap gencar hendak memasok barang dengan beragam cara. "Yang paling berani ialah penyelundupan narkoba. Mereka tidak banyak berpikir, bahkan mengorbankan diri untuk memasukkan barang terlarang ke beberapa pintu masuk ke Indonesia, terutama Kepri," katanya.

Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi pada Kamis (7/4) melepas 300 personel Bea Cukai dalam operasi Gerhana. Operasi gabungan itu diluncurkan di Dermaga Terminal Penumpang Ujung Baru, Belawan, Sumatra Utara. Sasaran operasi itu ialah perairan di sepanjang pesisir timur Sumatra.

Operasi itu melibatkan kapal patroli dari DJBC Aceh, DJBC Sumatra Utara, DJBC Khusus Kepri, DJBC Riau dan Sumatra Barat, Kantor Pelayanan Utama DJBC Tipe B Batam, Pangkalan Sarana Operasi Bea Dan Cukai Tipe A Tanjung Balai Karimun, dan Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Batam.

Operasi itu juga akan menurunkan 16 unit kapal yang terdiri atas 6 <>fast patrol boat (FPB) 28 meter, 8 <>speed boat, dan 2 (dua) kapal Very Slender Vessel (VSV).

Saat peluncuran itu, Heru mengatakan operasi yang dilaksanakan 7 April hingga 6 Mei itu dilatarbelakangi eskalasi penyelundupan dari Malaysia. "Ratusan personel Bea dan Cukai itu merupakan personel terlatih, sebab meningkatnya penyelundupan dari negara jiran menandakan mereka tidak jera sehingga harus diperketat."

Berdasarkan data DJBC Khusus Kepri, barang impor ilegal yang banyak ditangkap ialah bawang, minuman beralkohol, barang bekas, sembako, dan barang campuran. Dari data pada 2013-2015, terjadi penurunan penindakan secara keseluruhan, yakni dari 30 pada 2013, 39 pada 2014, dan 14 pada 2015.

Perairan rawan
Evy menambahkan, DJBC Khusus Kepri siap mengikuti operasi itu. "Kantor Wilayah DJBC Kepulauan Riau dan Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe Tanjung Balai Karimun juga terlibat dalam operasi Gerhana itu," katanya.

Evy menambahkan, perairan yang menjadi target operasi ialah perairan sepanjang pesisir timur Pulau Sumatra yang merupakan perairan rawan perlintasan kapal penyelundupan.

"Operasi ini sangat penting bagi Kanwil DJBC Khusus Kepri karena perairan mereka berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia yang selama ini menjadi negara asal berbagai barang selundupan," kata dia.(Ant/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya