Abrasi Ancam Warga Pasuruan

Abdus Syukur
10/4/2016 20:15
Abrasi Ancam Warga Pasuruan
(Ilustrasi--ANTARA/Oky Lukmansyah)

AIR laut terus menerus menggerus pinggiran pantai di sekitar Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dan merangsek ke permukiman warga di sejumlah desa. Untuk mengantisipasi abrasi yang terus terjadi tersebut, sejak 2 tahun lalu, warga setempat membuat tanggul sementara dari kayu untuk menahan gempuran ombak.

Selama 2 tahun itu pula, abrasi tidak kunjung mendapat perhatian pemerintah daerah setempat. Akhirnya tanggul sementara yang terbuat dari kayu sepanjang 200 meter itu pun kini dalam kondisi yang semakin rapuh.

"Jika tidak ada penanganan yang serius, abrasi akan makin meluas dan menggerus rumah-rumah warga. Karena tanggul sementara dari kayu, posisinya sudah mepet dan berada di bagian belakang rumah-rumah warga," kata Sobari, warga Kraton, yang juga mengklaim sebagai aktivis lingkungan, Minggu (10/4).

Untuk mengatasi abrasi pantai tersebut, warga di sejumlah desa berkeinginan untuk melakukan penanaman mangrove. Namun, agar abrasi tidak makin meluas, warga berharap pemerintah daerah setempat, mengamankan permukiman warga lebih dahulu dengan membangun tanggul permanen.

"Sedikitnya ada empat desa di Kecamatan Kraton yang harus segera ditanami mangrove untuk mencegah lebih jauh. Yakni Desa Gerongan, Pulokerto, Semare, dan Kalirejo, tapi sebelumnya harus dibangun tanggul lebih dahulu, agar abrasi tidak makin menjadi," imbuh Sobari.

Untuk mengatasi masalah abrasi tersebut, warga telah berupaya menyampaikannya ke pemerintah daerah setempat. Namun hingga saat ini, pemerintah daerah tidak kunjung meresponsnya.

Masalah abrasi ini juga mendapat perhatian dari Mukarim, aktivis lingkungan peraih anugerah Kalpataru yang merintis sabuk pantai di wilayah Kabupaten Pasuruan sejak 1986 lampau.

"Kami sebenarnya menyayangkan sikap pemerintah yang apatis dan tidak menghiraukan rusaknya lingkungan. Namun, kami tetap berupaya keras mengatasi abrasi, baik secara swadaya maupun mendapat bantuan-bantuan dari pihak-pihak yang peduli lingkungan," ujar Mukarim. (AB/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya